Polisi Hebat, Tak Menjamin Keamanan

 243 total views,  2 views today

POLISI-HEBAT

Foto : Saukani / KS

EMPAT LAWANG | KS -Kapolres Empat Lawang, AKBP M Ridwan mengakui, sehebat apapun aparat kepolisian bertugas tetap tak menjamin keamanan di masyarakat terjaga. Sebab, dibutuhkan kerja sama semua elemen terutama masyarakat itu sendiri.

“Tanpa dukungan masyarakat, sulit kepolisian menciptakan suasana aman dan kondusif. Kinerja kepolisian juga ada batasan,” ungkap M Ridwan dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara ke-68, kemarin (20/6).

Dikatakan M Ridwan, Kepolisian Resort Kabupaten Empat Lawang merupakan Polres termuda dan baru genap satu tahun. Dalam meraih simpati masyarakat itu beberapa kegiatan akan dilaksanakan. Terutama mengajak masyarakat agar frame pemikiran negatif tentang Polri dihilangkan, salah satu kegiatan yang dilaksanakan yakni program menanam 1000 pohon.

Ditambahkan M Ridwan, menanam 1000 pohon dimulai di areal kantor Samsat Empat Lawang. Dilanjutkan di instansi sekolahan dan juga instansi pemerintah Kabupaten Empat Lawang. “Kita upayakan pendekatan, agar lebih efektif dalam menjalankan tugas,” jelasnya.

Lanjut M Ridwan, pihaknya juga akan melaksanakan bhakti sosial dengan menggelar donor darah dan juga sunatan massal. Begitu juga dalam menyambut bulan suci ramadhan, pihaknya akan melaksanakan kegiatan bersih masjid di salah satu masjid wilayah Talang Banyu, Kelurahan Tanjung Kupang, Kecamatan Tebing Tinggi.

“Kita bagian masyarakat, begitu juga masyarakat bagian dari kita. Kalau jalinan hubungan baik masyarakat bukan takut dengan polisi tetapi taat akan hukum berlaku,”terang M Ridwan.

Sebagai contoh kata M Ridwan, tabiat membawa pisau dipinggang, nah kalau secara persuasif pendekatannya dari kegiatan-kegiatan sosial masyarakat lambat laun akan paham. Harus diakui perbuatan membawa sajam itu melanggar aturan hukum dan berakibat fatal apabila ada hal-hal yang bersinggungan antar masyarakat.

“Seperti yang dibilang Kapolda kemarin, ungkapan “tujah” di Sumsel beda dengan orang Medan. Nah kalau orang Medan bilang nujah, cuma untuk nakutin saja, tapi kalau masyarakat kita bilang mau nuja pisaunya sudah nempel itu ke perut korban. Ini yang mesti kita hindari, sebab bawa pisau itu bukan budaya, tapi tabiat buruk,” tukas M Ridwan.

TEKS : SAUKANI
EDITOR : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster