Pentingkah Administrasi Pra Nikah?

 217 total views,  2 views today

Pentingkah-Administrasi-Pra-Nikah

Resepsi pernikhan. Foto : Iwan Cristian /KS

PAGARALAM KS – Upaya memberikan pemahaman dan mengajak seluruh warga agar dapat tertib administrasi pra nikah, pihak Kantor Urusan Agama (KUA) Dempo Utara tengah berupaya  mewujudkan pelayanan dan bimbingan yang berkualitas  berikut ketatausahaan rumah tangga KUA, pengawasan, pencatatan pelaporan nikah rujuk, dan lainnya pada urusan agama Islam.

“Prosesi pernikahan tidak segampang kelihatannya, karena aturannya jelas dan harus dipenuhi,” kata Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Dempo Utara Sunardi SH, Jumat (20/6).

Menurutnya, sudah ada aturan-aturan baku yang berisi pedoman pelaksanaan akad nikah. Termasuk pula Petugas Pencatat Peristiwa Nikah (P3N) harus mengikuti pedoman yang diberlakukan.

“Ada beberapa hal yang harus dipedomani P3N maupun pasangan pengantin menjelang prosesi pernikahan atau akad nikah, mulai dari persiapan, pemeriksaan ulang berkas, waktu, tempat pelaksanaan akad nikah, penandatanganan surat, pembacaan taklik, penyerahan mas kawin dan lainnya,” katanya.

Selain itu masih ada rincian lagi yang harus dijadikan acuan atau perhatian semua pihak yang  terlibat dalam prosesi akad nikah tersebut.

“Terlebih lagi terkait dengan langkah kedua tentang pemeriksaan ulang berkas yang memang harus benar-benar akurat mengenai data pencatatan nikah. Mengingat hal itu begitu urgen dan detail untuk diperhatikan,” tegasnya.

Ditambahkan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pagaralam, Drs H Ramlan Fauzi melalui Kasi Bimas Islam, Yusmanto SAg. Ia mengatakan,  proses pemeriksaan berkas dalam pencatatan prosesi akad nikah begitu penting. Karena lebih baik lambat dari pada menjadi masalah dikemudian hari.

“Ya, kita tidak ingin ada kesalahan dikemudian hari hingga merugikan pasangan pengantin maupun pihak lainnya. Kepada seluruh  KUA yang ada di Kota Pagaralam sudah kita tekankan agar dapat selalu meneliti maupun  mengawasi para petugasnya sehingga keakuratan data harus senantiasa menjadi perhatian termasuk pengisian NB apakah ada yang tertinggal atau tidak dalam pengisiannya,” terang Yusmanto seraya berujar seperti diterangkan dalam KMA 477 tahun 2004, bahwa pelaksanaan menuju prosesi akad nikah ini baru dapat dilangsungkan paling lambat 10 hari setelah pelaporan dan dibuat pengumumannya.

 

TEKS:ANTONI STEFEN

EDITOR:RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster