Pemprov Daftarkan Sertifikat Rumah Murah

 243 total views,  2 views today

pembangunanan-rumah

foto : Google Image

PALEMBANG, KS – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan saat ini sedang dalam tahapan sertifikasi lahan yang diperuntukkan bagi program seribu rumah murah di kawasan Keramasan, Palembang. Sekarang sudah memasuki tahap sertifikasi lahan oleh notaris ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Palembang. Untuk itu, Pemprov berencana membuat sertifikat langsung atas nama calon pemilik rumah tersebut. Hal itu dikatakan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel, Mukti Sulaiman saat diwawancarai kemarin.

Mukti Sulaiman mengatakan, langkah itu diambil untuk meringankan beban calon pemilik lahan dan rumah murah. Daftar nama-nama yang sudah sah berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Sumsel langsung diserahkan ke notaris dan diteruskan ke BPK Kota Palembang.

“Sertifikat sekarang yang ada di DPKAD adalah global, padahal keperuntukkan lahan nantinya jadi rumah murah. Suatu saat mau balik nama, berarti pemilik yang merupakan golongan masyarakat miskin harus keluar biaya lagi. Kita tidak ingin seperti itu makanya langsung saja didaftarkan sertifikat atas nama yang bersangkutan,” kata Mukti.

Pemprov Sumsel membangun rumah tipe 21 di Keramasan bagi masyarakat umum yang berpenghasilan rendah. 30 unit rumah sebagai percontohan telah dibangun pada tahun 2010 silam, tapi baru 26 unit yang hingga kini layak huni. Sisanya dalam keadaan rusak.

Masih ada 974 unit rumah tipe 21 lagi yang akan dibangun. Namun, beberapa hal harus dilakukan seperti pembuatan sertifikat lahan. Menurut Mukti, sertifikat lahan itu tengah diurus notaris ke BPN Kota Palembang menyertakan nama-nama pemilik rumah murah yang sudah lolos verifikasi.

“Verifikasi sudah selesai, meski ada beberapa yang perlu validasi karena beberapa di antara mereka sudah sulit mencarinya. Tapi, kita masih mengejar orang-orang yang disahkan SK Gubernur sebagai pemilik rumah agar dapat didaftarkan dalam sertifikat lahan,” terangnya.

Dalam aturan kepemilikkan rumah murah tipe 21 di Keramasan, Pemprov akan membuat perjanjian dengan calon pemilik rumah sebagai syarat lolos seleksi. Yakni, pemilik yang namanya terdaftar harus menempati rumah tersebut. Bila rumah yang telah dibangun ditempati orang lain, pihaknya memastikan melakukan seleksi ulang.

“Bagi yang sudah dapat rumah murah, diharap dapat merawat sesuai dengan ketentuan. Jangan sampai dibiarkan dan terkesan kumuh. Dengan penambahan unit lagi, semoga perumahan itu jadi ramai dan tak ada lagi penghuni 21 yang belum menetap,” pungkasnya.

TEKS : IMAM MAHFUZ ALI

EDITOR : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster