Kinerja Honorer Kok Loyo?

 175 total views,  2 views today

honorer

Honorer. / Foto : Jumra / KS

LAHAT KS – Bupati Lahat Saifudin Aswari mengungkapkan kekecewaannya kepada sejumlah calon pegawai negeri sipil (CPNS), yang baru diangkat dari tenaga honorer beberapa tahun terakhir. Sebab bila sebelumnya sangat bersemangat bekerja mengabdi kepada masyarakat, kini justru loyo. Kinerjanya mengalami penurunan tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Menurut Saifudin Aswari, dalam lima tahun terakhir Pemerintah Kabupaten Lahat yang ia pimpin tidak menerima CPNS dari jalur umum. Keputusan tersebut diambil karena berbagai pertimbangan, salah satunya karena memprioritaskan para honorer untuk diangkat menjadi CPNS. Sebab kebanyakan mereka sudah mengabdi cukup lama bahkan puluhan tahun.

Selama lima tahun tersebut Pemerintah Kabupaten Lahat, sudah mengangkat ratusan tenaga honorer yang sudah diverifikasi dan lolos berbagai tahapan. Bahkan untuk 2014 juga akan diberlakukan keputusan yang sama, karena masih banyak yang masih belum diangkat. Sehingga Pemerintah Kabupaten Lahat ingin memenuhi kebutuhan pegawai, yang bersumber dari tenaga honorer yang tersisa.

Namun Ketua Komite Olahraga Nasional (KNPI) Kabupaten Lahat ini sedikit kecewa, dengan kinerja para CPNS yang baru diangkat dari honorer. Sebab loyalitas mereka mulai loyo, terutama dalam menjalankan tugas yang diemban. Sehingga kinerja yang dicapai menurun, jauh dari yang diharapkan sebelumnya.

“Terus terang saya kecewa, honorer yang diangkat banyak malas-malasan. Mungkin merasa sudah menang setelah diangkat jadi CPNS, loyalitas dan semangat kerja menurun,” tegas Aswari.

Aswari memberi peringatan kepada CPNS yang baru diangkat, untuk memperbaiki sikap dan loyalitas. Sebab ia masih akan melakukan evaluasi secara menyeluruh, baik tingkah laku, disiplin, serta prestasi kerja. Bila tidak ada peningkatan maka siap-siap dianulir, dan tidak akan dinaikan menjadi PNS.

Sebab bila tidak memiliki manfaat, mereka hanya akan jadi beban anggaran belanja daerah dalam APBD, yang untuk gaji pegawai nominalnya cukup besar. Sehingga ia akan meminta Badan Kepegawaian Daerah Pendidikan dan Latihan (BKD dan Diklat) Kabupaten Lahat serta inspektorat, juga akan turut ikut mengawasi.

 

TEKS:JUMRA ZEFRI

EDITOR:RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster