Dewan Tuding Ada Yang Bermain di Tapal Batas

 238 total views,  2 views today

Tapal-Batas-Muaraenim

Bupati Muarenim Tinjau Tapal batas Muarenim Palembang beberapa waktu lalu. /
Foto : Google Image

MUARAENIM I KS –  Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) DPRD Muaraenim Faisal Anwar meyakini ada pihak yang bermain dan menjadi penyebab timbulnya konflik tapal batas antara Kabupaten Muaraenim dan Kota Palembang terkait pembangunan dermaga batubara milik PT. Rantai Mulia Kencana (RMK) Energy.

Menurut Faisal, dengan adanya pembangunan dermaga tersebut jelas sarat akan kepentingan, terutama yang menyangkut pendapatan daerah. Jelas menurutnya jika ada pihak yang bermain dalam rencana awal pembangunan dermaga tersebut yang akhirnya menimbulkan perselisihan tapal batas antara kedua wilayah tersebut.

“Jelas ada yang bermain, karena kalau memang sedari awal sudah dikoordinasikan tidak mungkin akan timbul konflik seperti sekarang ini,”ungkapnya.

Hanya saja dirinya tidak mengetahui secara pasti siapa yang bermain dalam permasalahan tersebut. Sangat mengherankan menurutnya, jika lokasi pembangunan dermaga yang berada di perbatasan tidak dikoordinasikan terlebih dahulu. Namun dirinya enggan menyebut pihak yang bermain tersebut dengan istilah mafia tapal batas.

“Kita tidak menyebutnya seperti itu, tapi kami sangat meyakini jelas ada pihak yang bermain,”ujarnya.

Untuk itu pihaknya meminta kepada pihak legislatif Pemkab Muarenim untuk serius dan benar-benar berjuang untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Apalagi dari bukti dokumen dan dilapangan, jelas-jelas lokasi tersebut masuk ke wilayah Muaraenim.

“Bukan apa-apa, karena lokasi Muaraenim berada ditengah-tengah khawatir nanti kalau tidak ada ketegasan dan tidak segera diselesaikan kedepan akan terjadi lagi, dengan kata lain wilayah Muaraenim bisa dipereteli,” terangnya.

Senada Ketua DPRD Muaraenim Thamrin AZ mengungkapkan, pihaknya akan memberikan dukungan sepenuhnya kepada pihak legislatif untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Dia mengakui, pihaknya sama sekali tidak mendapat laporan adanya pembangunan dermaga batubara tersebut sejak awal pembangunan. Hal itu menurutnya yang sangat disesalkan.

“Kita sangat menyesalkan hal itu dan kita minta pihak legislatif segera selesaikan,”tandasnya.

Bupati Muaraenim Muzakir Sai Sohar mengatakan, tim dari propinsi sudah meninjau langsung ke lokasi pembangunan dan tapal batas bersama dengan tim dari Kota Palembang dan Muaraenim. Hanya saja hasil peninjauan ke lapangan belum bisa diputuskan karena harus kembali dibahas di propinsi.

“Masing-masing sudah meninjau ke lokasi namun perlu ada pembahasan lebih lanjut,”ucapnya.

Dia menjelaskan, jika nanti hasil pembahasan memutuskan lokasi tersebut masuk wilayah Muaraenim, maka pihaknya mempersilahkan kepada pihak RMK mengurus kembali administrasi khususnya perizinan. Muaraenim menurutnya akan sangat terbuka dan tidak akan mempersulit urusan perizinan dan administrasi lainya. Hanya saja menurutnya jika dinyatakan masuk ke wilayah Palembang, Pemkab Muaraenim akan menempuh jalur hukum untuk penyelesaian kasus tersebut.

“Kita lihat saja nanti hasilnya seperti apa dan yakinlah Muaraenim tidak akan mempersulit pihak perusahaan tersebut jika memang dinyatakan masuk Muaraenim, namun jika dinyatakan masuk Palembang kemungkinan terburuk kita akan tempuh jalur hukum,” pungkasnya.

TEKS : SISWANTO

EDITOR : ROMI MARADONA

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster