Ketua KPU Pagaralam Lengser, Hendri Menilai Ada Upaya Kudeta

 265 total views,  2 views today

kpu

PAGARALAM – Dinilai kurang harmonis antar sesama komisioner, kasak-kusuk pelengseran Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pagaralam, Hendri SE akhirnya terbukti.

Sekretaris KPU Kota Pagaralam, Drs Marjohan MPd saat dihubungi membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, kepastian penggatian unsur pimpinan komisi yang menjadi panitia pelaksana pemilihan umum ini didapat setelah pihaknya memperoleh pemberitahuan dari KPU Provinsi  yang mengatakan telah digantinya Ketua KPU Pagaralam.

“KPU Provinsi sudah menerbitkan surat keputusan (SK) penggantian posisi ketua. Selanjutnya akan kami tindaklanjuti sesuai dengan SK tersebut,” kata Marjohan, kemarin (19/6).

Lanjutnya, sebelum dilakukan pergantian posisi ketua, awalnya memang marak isu berkembang akan ada perubahan unsur pimpinan. Namun, pihak sekretariat hanya sebatas menjalankan tugas saja, karena pihaknya sama sekali tidak berhak ikut terlibat dalam proses pergantian itu.

“Ya, proses penggatian berikut latar belakangnya berasal dari intern komisioner yang ada. Namun kita (sekretariat) sama sekali tidak berhak untuk terlibat dalam proses berlangsung,” tegasnya.

Adapun komisioner KPU Kota Pagaralam yang menggantikan jabatan Hendri sebagai Ketua adalah Yenli Elmanoferi SE, selama ini menjabat Komisioner Divisi Hukum.

“Kendati demikian, pihaknya belum mengetahui secara pasti apakah Hendri selanjutnya akan diletakkan pada jabatan Divisi Hukum,” tambahnya.

Terkait hal itu, Hendri sebagai Ketua mempersilakan saja bila ada isu berkembang sedemikian rupa. Namun Ia sangat berkeyakinan bahwa kinerjanya selama ini telah diupayakan semaksimal mungkin. Meski begitu, Hendri pun sudah mendengar adanya isu pertemuan antar komisioner lain tanpa mengundang dirinya sebagai ketua dan hal itu sudah melanggar kode etik maupun mekanisme yang telah diberlakukan.

“Pastinya hal ini sudah melanggar kode etik, karena tidak melalui mekanisme yang benar sesuai dengan aturan yang berlaku,” terang Hendri seraya berkata jika mengacu pada evaluasi dan kinerja yang ada, bisa kita lihat pada Pileg lalu tidak ada masalah di Pagaralam, dan semuanya berjalan dengan baik dan lancar.

Disinggung telah ada kepastian pergantian tersebut,  mau tidak mau Hendri menerimanya. Namun begitu, ia tetap berkeyakinan bahwa dirinya tidak melanggar kode etik apapun selama menjalankan tugas sebagai komisioner KPU.

“Proses penggantian ini merupakan upaya kudeta. Mengingat hingga saat ini saya tetap tidak merasa telah melanggar kesalahan termasuk kode etik yang ditetapkan oleh KPU sebagai anggota dan juga Ketua KPU,” tegasnya.

Terpisah, Yenli Elmanoferi Ketua pengganti belum bisa dikonfirmasi. Saat dihubungi melalui telepon selulernya hanya ada pesan suara rekaman (mailbox). Termasuk pula Komisioner KPU lainnya, Boy Arcan Komisioner Divisi Perencanaan Keuangan dan Logistik dan Rahmat Qori Komisioner Divisi Teknis  seperti kompak untuk mematikan ponselnya. Sementara Irfan, Komisioner Divisi Sosialisasi dihubungi via telepon genggamnya aktif, namun tidak diangkat.

 

TEKS   : ANTONI STEFEN

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster