Kemenag Sumsel : Hanya ada Tiga Biro Perjalan Haji Resmi

 369 total views,  6 views today

Ilustrasi Haji | Ist

Ilustrasi Haji | Ist

PALEMBANG – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sumatera Selatan (Sumsel) menegaskan, hingga saat ini hanya mengakomodir tiga biro perjalanan resmi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), atau memiliki izin dalam pemberangkatan jamaah calon haji yang ditunjuk langsung.

Ketiga biro perjalanan haji tersebut yakni, An Naja Tour, Pandi Kencana Tour dan Ami Tour. Penegasan ini diberikan seiring banyaknya Jemaah Calon Haji (JCH) yang kerap tertipu dan berujung pada batalnya pemberangkatan ibadah haji ke tanah suci, Mekah.

Tak hanya itu, daftar tunggu yang saat ini hingga 2026 mendatang, diprediksi tidak sedikit membuat masyarakat terbuai janji biro perjalanan yang menjanjikan kemudahan, meski kuota untuk dibawah tahun 2026 telah penuh.

“Jika JCH mendaftar melalui biro perjalanan haji yang resmi, kita bisa memantau perkembangan calon jamaah terutama dalam pemberangkatan,” tegas Kasubag Informasi dan Humas, Kanwil Kemenag Sumsel, Saefudin Latief di kantornya, Kamis (19/6).

Menurutnya, di Sumsel banyak biro perjanalan haji yang tidak dalam pengawasan Kemenag. Dampaknya memunculkan sejumlah persoalan baru, seperti jemaah terlantar, atau tidak jadi berangkat. “Tentunya kami tidak bisa melakukan apa-apa karena kami hanya bekerjasama dengan tiga KBIH tersebut,” ujar dia.

Ia menjamin, jika nantinya ada persoalan yang timbul dan berkaitan dengan KBIH dengan Calhaj tentu, Kemenag akan bertanggung jawab penuh, bahkan menjatuhkan sanksi tegas. “Jika KBIH yang tidak berada dibawah pengawasan Kemenag, kita hanya bisa mensuport pihak berwajib mengambil tindakan,” ucapnya.

Untuk itu, pihaknya mengimbau masyarakat, untuk tidak mudah tertipu dan termakan bujuk rayu oknum yang tidak bertanggung jawab yang mengaku bisa memberangkatkan haji segera. “Jika ada informasi yang bilang daftar langsung berangkat dan lain lain, silahkan berkordinasi dengan kami untuk mendapatkan informasi yang benar,” tegas dia.

Terkait, pelunasan haji bagi yang akan berangkat, Sae menjelaskan per tanggal 18/6 sedikitnya sudah 2406 jemaah yang melakukan pelunasan dari total kuota sumsel sebanyak 5040 jemaah, “itu belum ditambah 20 persen jemaah yang tahun lalu tertunda berangkat, yang 20 persen itu, sudah lunas sejak tahun lalu,” ujar dia.

Untuk batas pelunasan sendiri, jemaah harus sudah melunasi sebelum tanggal 9 Juli nanti, menurutnya kalaupun belum lunas, akan diperpanjang waktunya pada tanggal 14 hingga 17 Juli. “Jika ternyata masih juga ada yang terlambat, akan dimasukkan dalam kuota nasional pada 21-24 Juli mendatang. Namun, jika masih ada juga yang belum melunasi, nanti akan dikembalikan ke kabupaten kota masing masing untuk disesuaikan nomor urut, jadi yang belum lunas ditunda, nomor sesuai urutan akan diberangkatkan,” jelasnya.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Sumsel, Hambali sebelumnya menyebut, untuk daftar tunggu CJH reguler asal Sumsel dipastikan hingga tahun 2026 sebanyak 74.600 lebih calon jamaah. Sedangkan untuk haji plus daftar tunggunya hingga tahun 2019 mendatang.

“Itu data akurat yang kami sampaikan. Jadi, jika ada pihak yang mengatakan haji plus akan berangkat tahun 2014 ini juga, itu patut diwaspadai dan hati-hati menyikapinya sebab jangan sampai terulang kejadian yang sudah ada,” tukasnya.

 

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster