Disepanjang Muba-Palembang, Aksi Lempar Kaca Resahkan Pengemudi

 440 total views,  2 views today

 

Ilustrasi

Ilustrasi

BANYUASIN – Aksi tindak kriminal yang dilakukan kelompok kawanan pelempar kaca terhadap bus antar kota antar provinsi (AKAP) dan bus antar kota dalam provinsi (AKDP), yang sering terjadi di Jalan Lintas Timur (Jalintim), dalam dua bulan terakhir telah membuat resah pengemudi.

Hal itu, lantaran kelompok pelaku yang diperkirakan lebih dari lima orang tersebut setiap melakukan aksinya, selalu melengkapi diri dengan senjata tajam (sajam) dan benda tumpul jenis  linggis dan batu.

Aksi itu, menurut salah satu karyawan Rumah Makan (RM) Musi Indah, Betung, Banyuasin, Iwan, sering dilakukan kawanan ini terhadap bus yang melintas di Jalintim mulai dari Kecamatan Bayung Lincir hingga ke Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

“Sementara di Kabupaten Banyuasin, aksi itu sering dilakukan di Kecamatan Betung, Banyuasin III dan Sembawa. Mereka biasanya melakukan aksi itu sekitar pukul 21.00 WIB hingga menjelang subuh,” terang Iwan.

Kondisi ini sebut Iwan, sering dikeluhkan oleh pengemudi bus AKAP maupun AKDP yang  mampir di RM Musi Indah. Terakhir terang humas RM Musi Indah sekaligus pengawas bus mitranya, kejadian itu dialami bus jurusan Medan-Surabaya dan bus jurusan Pekanbaru-Jakarta, Rabu (18/6) lalu sekitar pukul 22.30 WIB.

Ia juga menyebut, aksi itu juga terjadi di sekitar Terminal Karya Jaya, Palembang.  “Disana aksi kawanan itu lebih kejam, mereka memanfaatkan jalan rusak. Ketika bus sedang berjalan lamban, kelompok itu langsung bergerak dan yang menjadi sasaran bagasi bus yang penuh dengan barang milik penumpang. Cara mereka beraksi menunggu ditepi jalan, dan berusaha bagasi dengan linggis kemudian menurunkan barang-barang milik penumpang bus tersebut,” terangnya.

“Jika awak bus mengetahui aksi itu hendak melarang, kawanan pelaku langsung menyerangnya. Ada yang melempar kaca, dengan batu. Ada juga yang menyerang awak bus dengan sajam dan linggis, maka para sopir AKAP dan penumpang menjadi resah,” ujarnya seraya berharap pihak kepolisian dan petugas terminal di sekitar Terminal Karya Jaya lebih aktif meningkatkan patrolinya.

Memang dalam aksi itu terangnya, belum ada korban jiwa. Namun akibat aksi itu, setidaknya para pengemudi dan penumpang bus AKAP dan AKDP yang melintas di jalintim dibuat resah, karena bus yang ditumpangi menjadi tidak nyaman juga barang bawaan milik penumpang sering hilang dibawa kawanan pelaku.

“Dalam bulan ini, sudah ada tujuh bus yang menjadi korbannya. Kejadiannya di kawasan sekitar Terminal Karya Jaya. Sementara di Banyuasin dan Muba, aksi itu selama bulan ini baru ada tiga kali kejadian pelemparan kaca dengan batu, sekali di Sembawa dan dua kali di Sungai Lilin dan Bayung lencir Muba,” terangnya.

Sementara itu Kepala Kepolisian Sektor (Polres) Banyuasin, AKBP Ahmad Iksan melalui Kepala Satuan (Kasat) Lalu Lintas (Lantas), AKP  Sukamto ketika di konfirmasi mengaku, sudah mendapatkan laporan seringnya terjadi aksi pelembaran kaca bus di kawasan Jalintim. “Kita akan giatkan patroli, untuk mencegah aksi itu terulang,” janjinya.

Sedangkan Kepala Kepolisian Resort Kota (Polresta) Palembang, Kombes Pol Sabaruddin Ginting menyebut, sampai saat ini belum ada laporan ke Polresta. “Kalau korban tidak melapor, bagaimana kita mengetahuinya.  Namun kita akan mengintensifkan patroli guna menekan angka kriminalitas, apalagi saat ini menjelang Pilpres dan libur panjang menghadapi bulan suci ramadhan,” tukasnya.

 

TEKS              : DIDING KARNADI

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster