Dinas PU CK Omong Kosong ?

 232 total views,  2 views today

RT 01 RW 02, Kelurahan Pasar Tebing Tinggi,

RT 01 RW 02, Kelurahan Pasar Tebing Tinggi,

EMPAT LAWANG – Sejumlah warga di RT 01 RW 02, Kelurahan Pasar Tebing Tinggi, menilai Dinas Pekerjaan Umum (PU) Cipta Karya (CK) Empat Lawang, cuma omong kosong ?. Sebab, meskipun sudah beberapa kali survei ke lokasi rawan banjir khususnya di sekitar lingkungan Pasar Musi Jaya, Kecamatan Tebing Tinggi, namun tak ada solusi nyata dilakukan.

Informasi dihimpun Kabar Sumatera di lapangan, karena kecewa hanya di survei beberapa kali tanpa action pasti dari Pemkab Empat Lawang. Puluhan warga dan pemilik kios di pasar Musi Jaya terpaksa melakukan gotong-royong, tentu dengan biaya bersama mencapai jutaan rupiah.

Gotong royong dilakukan, kemarin (19/6) dimulai dengan pengerukan siring atau gorong-gorong di sekitar kawasan tersebut.”Katanya dari Dinas PU Cipta Karya, survei terus tak ada tindakan. Padahal kawasan ini rawan banjir kalau ada hujan,” cetus Johan, Ketua RW 02, Kelurahan Pasar Tebing Tinggi.

Diakui Johan, usulan ke pemerintah setempat sudah beberapa kali dilakukan sejak tahun lalu. Bahkan, pegawai dari dinas PU Cipta Karya pernah datang ke lokasi dan mengambil gambar serta melakukan pengukuran.

Akan tetapi, janji tinggallah janji. Banjir tetap saja terjadi saat turun hujan. “Mungkin sudah lebih lima kali berjanji, namun buktinya hingga saat ini kami sendiri yang membersihkannya,” sesalnya.

Warga setempat akhirnya sepakat untuk melakukan pengerukan gorong-gorong, meskipun mengupah dengan biaya pribadi masing-masing. “Ada menyumbang Rp 300 ribu, ada pula membayar Rp 1,8 juta untuk upah tukang yang bekerja mengeruk gorong-gorong disini. Kami sudah capek nunggu janji pemerintah,” katanya sinis.

Hal senada juga disampaikan Taufik, Ketua RT 01, Kelurahan pasar Tebing Tinggi. Menurut Taufik, sedikitnya ada 40 unit rumah warga, sering mendapatkan  banjir limpahan dari gorong-gorong tersebut, jika turun hujan.

Hal ini disebabkan, gorong-gorong setinggi satu meter lebih ini, sudah dipenuhi tanah bercampur pasir dan tumpukan sampah.  “Karena dekat dengan pasar dan banyak pedagang, sampah jadi menumpuk. PKL terkadang sering membuang sampah seenaknya saja ke dalam siring, sehingga membuah aliran air menjadi makin tersumbat,” jelas Taufik.

Ia berharap, pemerintah melalui dinas terkait segera membantu warga untuk mengatasi masalah ini. Sebab, beban warga makin besar jika harus merogoh kocek pribadi terus-menerus.

“Kalau pemerintah turun tangan, pasti ada anggarannya. Tolong jangan bebani masyarakat terus, karena tidak semua warga disini berekonomi mampu. PKL juga harus diawasi terus, agar tidak membuang sampah sembarangan,” tukasnya.

Sementara itu Kepala Dinas PU CK Empat Lawang, Saiful Nasir saat dikonfirmasi mengakui, belum dilakukan action untuk mengatasi banjir di lokasi sekitar Pasar Musi Jaya tersebut, karena terbentur anggaran.  “Memang kita sudah beberapa kali survey, tapi belum bisa bekerja karena salah penganggaran,” jelas Syaiful dihubungi melalui phonselnya.

Kata Syaiful, pihaknya berharap warga memaklumi. Sebab, untuk penganggaran butuh proses. “Untuk sementara itu penjelasan kami,” tukasnya.

 

TEKS              : SAUKANI

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster