Tiba di Palembang, Evan Dimas Cs Dikawal Ketat

 251 total views,  2 views today

Timnas U-19 bergotong royong mengangkat salah satu gawang dalam sesi latihan sebelum menghadapi tuan rumah Sriwijaya FC U-21 di Stadion Gelora Sriwijaya Palembang, Rabu (18/6).  Foto : Iwan Cheristian

Timnas U-19 bergotong royong mengangkat salah satu gawang dalam sesi latihan sebelum menghadapi tuan rumah Sriwijaya FC U-21 di Stadion Gelora Sriwijaya Palembang, Rabu (18/6/2014). | Foto : Iwan Cheristian

PALEMBANG – Pemain Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-19, Selasa (17/8) sekitar pukul 20.00 WIB tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II, Palembang. Evan Dimas, Cs di jadwalkan akan menghadapi Sriwijaya FC U-21, Jumat (20/6) di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring.

Kedatangan tim yang dipersiapkan untuk Piala Asia U-19 ini, mendapatan pengawalan ketat. Sejumlah bodyguard yang disiapkan panitia lokal, mengawal anak asuh Indra Syafri tersebut. Sehingga masyarakat yang menantikan kedataangan Paolo Maldini, dkk itu di Bandara SMB II, tidak bisa berbuat apa-apa.

Fans Timnas U-19  pun, gagal mendapatkan tandatangan, berfoto bersama dari pelatih maupun pemain anak-anak Garuda Jaya tersebut. Sebab mereka dipagari oleh sejumlah bodyguard, mulai dari bandara hingga ke Hotel Aryaduta, yang menjadi tempat mereka menginap. Bahkan, awak media yang ingin melakukan peliputan pun, merasa tidak leluasa dengan batasan waktu wawancara kurang dari lima menit.

“Penyambutan” berlebihan yang dilakukan panitia lokal itu, sangat disayangkan Badan Tim Nasional (BTN). Sekretaris BTN, Sefdin Syaifudin mengatakan pihaknya sama sekali tidak menerapkan protap pengamanan seperti itu, dalam tur nusantara.

“Kami tidak pernah ada protap pengamanan seperti itu, apalagi sampai memakai bodyguard. Itu dari panpel lokal saja, tujuan timnas melakukan tur nusantara untuk mendekatkan diri kepada masyarakat dan sekaligus meminta dukungan,” ungkap Sefdin saat dihubungi, Rabu (18/6).

Atas kejadian ini itu menegaskan, akan menegur panitia lokal. “Saya akan telpone panpel disana dan juga orang BTN, yang ikut dalam rombongan. Mereka kita minta, untuk melonggarkan pengawalan dan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk bertemu, menyapa, berfoto maupun meminta tanda tangan,” tegasnya.

“Begitupula dengan media, kiranya diberi kesempatan yang leluasa untuk melakukan peliputan,” sambungnya.

Sementara itu sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM),  Faisal Mursyid mengakui pengamanan terhadap Timnas U-19, memang berasal dari panitia daerah. Menanggapi pengawalan yang berlebihan, Faisal, membantahnya.

Ia menyebut, tidak ada niatan untuk melarang  atau pun tidak memberi kesempatan masyarakat, untuk idola mereka atau melarang media melakuan tugasnya.  “Timnas kan baru pulang dari Pekanbaru, mereka masih capek.  Jadi kita harus memberi keleluasaan buat mereka untuk istirahat dulu,” kata Faisal.

Faisal meminta, kejadian seperti ini dapat dimaklumi. Panpel lokal sebutnya, tidak bermaksud menghalangi masyarakat maupun media melakukan peliputan. “Selama ini kan tidak ada masalah dengan liputan ataupun yang lainnya. Kita selalu bekerjasama dengan baik. Saya sudah dengar  masalah ini, nanti akan kami  akomodir semuanya dan kami akan koordinasi dengan pihak-pihak terkait,” ujarnya.

Manajer SFC U-21, Augie Bunyamin menambahkan, pihaknya sudah mendapatkan laporan dari BTN, terkait permasalahan ini. “Kita akan sampaikan kepada pengamanan agar lebih bijakasana. Kemarin itu kita hanya mengantisipasi terjadi hal-hal yang bisa mengancam keselamatan para pemain timnas dan rombongan,” tukasnya.

 

TEKS   : IQBAL

EDITOR  : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster