Terkait penetapan Romi Sebagai Tersangka, Sarimuda : Harusnya Satu Paket

 234 total views,  2 views today

Sarimuda

H Sarimuda

PALEMBANG – Mantan calon wali kota (cawako) Palembang, H Sarimuda menilai, dalam kasus hukum yang menjerat Wali Kota Palembang, Romi Herton tersebut, harusnya dipandang satu paket. Sebab, dalam aksi apapun begitu ditetapkan sebagai calon wali kota dan calon wakil wali kota, tentu bergerak dengan atas nama keduanya.

“Jadi dalam masalah ini, semestinya ya satu paket. Karena, secara otomatis yang menikmati dari upaya pemenangan dengan melawan hukum itu, juga wakilnya. Sekarang bagaimana hukum bisa membuktikan itu,” kata Sarimuda saat dihubungi melalui ponselnya, Rabu (18/6).

Apakah dengan begitu, harusnya ia dan pasangannya, Nelly Rosdiana yang ditetapkan sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palembang terpilih. Sebab KPK menemukan, kalau sengketa Pemilukada Palembang yang ditangangi Mahkamah Konstitusi (MK) sebelumnya, terindikasi putusannya disebabkan karena adanya “upeti”.

Sarimuda tak mau berandai-andai, walau pun ia dan pasangannya, Nelly Rosdiana sempat ditetapkan KPU Palembang sebagai pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palembang terpilih yang kemudian putusan itu dianulir oleh MK.  “Dalam hal ini, saya lebih mengacu pada proses hukum saja. Apapun hasilnya, itu harus kita hormati bersama,” ucap Sarimuda.

Mantan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumsel ini, juga tidak mau berkomentar banyak dengan status tersangka yang ditetapkan KPK terhadap Romi dan istrinya tersebut.  “Saya tidak bisa berkomentar banyak, biarkan saja proses hukum berjalan sebagaimana mestinya. Saya juga tidak akan memunculkan polemik di masayarakat,” tegasnya.

Saat disinggung, apakah ada kepuasan tersendiri terkait progres yang ditunjukkan oleh KPK, dalam menangani permasalahan ini ?  ia kembali menegaskan, kalau itu berjalan secara alami.

“Kalau memang bersalah, tentu akan dikatakan salah di mata hukum. Ini bukan berbicara puas tidak puas, tetapi memang dalam proses hukum ini berjalan alami ada alur yang sudah ditentukan. Kita juga tidak boleh berpolemik di luar,” ujarnya.

Terpisah, Ketua DPD PDIP Sumsel, H Eddy Santana Putra menanggapi hal itu dengan dingin. Bahkan mantan Wali Kota Palembang ini mengaku, mengetahui Romi ditetapkan tersangka oleh KPK, melalui media massa dan rekan serta kerabatnya dan juga dari aparat kepolisian.  “Saya sendiri belum menerima laporan detail masalah ini. Saya tahu justru dari media dan rekan di kepolisian. Tetapi ini, akan kita sampaikan ke DPP,” katanya.

Eddy menyampaikan, supaya semua patuh pada turan. Ia juga merasa optimis, jika Romi bisa menyelesaikan masalah yang dihadapinya. “Kita ikuti aturan saja. Saya tidak ingin berandai-andai, mudah-mudahan Romi bisa menyelesaikan masalahnya,” ujarnya.

Dia menegaskan, dalam permasalahan yang dihadapi kader PDIP itu, tidak akan berpengaruh pada pilpres. Karena, ini berbicara peribadi dan itu tidak bisa dikaitkn dengan lainnya. “Biarkan proises ini berjalan, dan saya sekarang akan fokus untuk pilpres,” tukasnya.

 

TEKS              : DICKY WAHYUDI

EDITOR          : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster