Masih Banyak WP Parkir Belum Terdata

 233 total views,  2 views today

Ilustrasi Parkir

Ilustrasi Parkir

PALEMBANG – Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Palembang, Wajib Pajak (WP) parkir di Kota Palembang, ada 158 WP. Tetapi angka tersebut, dinilai masih sedikit karena masih banyak WP parkir, yang belum didata.

Kepala Bidang (Kabid) Pendataan Dispenda Palembang, Sodikin mengatakan, 158 WP parkir tersebut, tersebar di seluruh wilayah Palembang. Mereka yang dikenakan pajak parkir adalah semua usaha, seperti mal, hotel, rumah toko (ruko) dan lainnya.

Sementara untuk parkir yang berada di bahu jalan jelas Sodikin, parkirnya dikelola oleh Dinas Perhubungan (Dishub). “Namun kita yakin, masih ada WP yang belum terdata. Apalagi jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) kita terbatas,” ucap Sodikin, Rabu (18/6).

Namun sambungnya, Dispenda akan terus melakukan pendataan WP parkir. Jika disuatu kawasan ada lahan parkirnya, maka Dispenda sebutnya akan mendatangi lokasi tersebut untuk segera di daftarkan sebagai WP parkir, setelah itu baru akan diurus NPWP. “Sebenarnya ada peningkatan WP parkir ini, yakni sekitar 10 WP parkir jika dibandingkan tahun 2013 lalu,” bebernya.

Sodikin menambahkan, Dispenda kedepannya pihak akan lebih mengintensifkan kerja lapangan untuk melakukan pendataan titik-titik yang mempunyai potensi besar, untuk dijadikan pajak parkir. “Sekarang yang sudah terdaftar Hotel Amaris dan Horizon, nanti setelah operasional sudah dilakukan, maka akan segera dikenakan pajak,” terangnya.

Namun ungkap Sodikin, mereka sering kesulitan untuk melakukan pendataan areal parkir di yang ada di ruko sebab banyak tersebar di seluruh wilayah Palembang. “Kami akan maksimal, sehingga semua lahan parkir yang bukan dibahu jalan akan kami data, sehingga tidak kecolongan,” ulasnya.

Sementara itu, Kabid Pengkajian dan Pengembangan Pajak Daerah, Dispenda Palembang, Meriza Novilia menambahkan, pajak yang dikenakan bagi WP parkir ini sebesar 30 persen dari omzet perusahaan tersebut. “Semakin besar omzet WP parkir, maka akan semakin besar juga pemasukan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pajak parkir ini,” terangnya.

Sambung Meriza, dari 158 WP parkir tersebut, pemasukan yang paling besar adalah dari Palembang Square (PS) sebesar Rp 500 juta per bulan, kemudian Palembang Indah Mal (PIM) sekitar Rp 150 juta dan lainnya. “Mal-mal di Palembang, yang besar kontribusi dijenis pajak parkir ini, kemudian ada juga hotel dan lainnya. Tetapi angka tersebut fluktuatif, bisa lebih bisa kurang,” tukasnya.

 

TEKS              : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster