Kualitas Udara Diklaim Baik

 224 total views,  2 views today

Ispa | net

Ilustrasi | Ist

PALEMBANG – Walau hampir setiap hari, asap dari ribuan knalpot kendaraan di Palembang mencemari udara di Palembang namun anehnya, kualitas udara di kota empek-empek ini dianggap baik. Klaim itu disampaikan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Palembang, Thabrani.

Menurut Thabrani, baiknya kualitas udara di metropolis tersebut berdasarkan hasil  Evaluasi Kualitas Udara Perkotaan (Ekup). Dalam evaluasi tersebut menunjukkan kalau kualitas udara di Palembang, berada di posisi empat dari kota di Indonesia.

Ia menyebut, kualitas udara yang bersih merupakan elemen penting dalam mewujudkan kota bersih dan nyaman. BLH terangnya, terus melakukan upaya agar kualitas udara semakin baik. “Salah satunya dengan cara uji emisi, terhadap kendaraan umum dan pribadi khususnya untuk kendaraan roda empat. Di Palembang saat ini, hanya tinggal sedikit kendaraan roda empat, yang memiliki gas buang buruk atau berasap hitam,” jelas Thabrani ketika dibincangi, Rabu (18/6).

Ia menerangkan, banyak dampak negatif apabila sebuah kota kualitas udaranya buruk, seperti pemicu hipertensi, dan masih banyak lagi dampak negatif lainnya. “Kalau pembakaran sebuah kendaraan tidak sempurna, maka kualitas udara akan buruk. Makanya saat ini di Palembang, sudah jarang ditemukan kendaraan yang berasap. Karena setiap tahun, kami melakukan empat kali uji emisi, itu belum lagi yang dilakukan Dishub,” ungkapnya.

Tabrani mengaku, dari 871 kendaraan yang dilakukan uji emisi, hanya dua mobil yang tidak lulus uji emisi, dan langsung disarankan untuk dilakukan service, sehingga gas buang kendaraannya akan kembali normal.

“Uji emisi yang kita gelar Selasa (17/6) dan hari ini (Rabu), menurunkan tiga tim, yakni dari kota, provinsi dan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Hasilnya ada dua mobil yang tidak lulus, dan langsung ditempeli stiker bahwa mobil tersebut tidak layak,” jelasnya.

Agar gas buang kendaraan baik, Thabrani menyarankan agar kendaraan menggunakan bahan bakar gas. Selain murah, bahan bakar gas juga mengurangi polusi udara, kurangi emisi serta yang paling penting memperbaiki udara.

“Kalau solar ataupun premium masih rentan sebabkan polusi, saya mengatakan baik, karena saya menguji sebuah angkot tahun tua, tetapi gas buangnya sangat baik. Ternyata dia menggunakan bahan bakar gas,” bebernya.

Tabrani menyebutkan, saat ini lokasi udara yang baik di metropolis ada dibeberapa tempat seperti Kambang Iwak (KI), Gajah Mada, kawasan Kenten, Jakabaring, Demang Lebar Daun, Bukit Besar, di kawasan Jalan Diponegoro dan masih banyak lagi lainnya.

“Sebenarnya udara di semua wilayah di Palembang sudah baik, karena saat ini ruang terbuka hijau (RTH) sudah 35 persen. Dalam Undang-Undang (UU) Nomor 15 tahun 2012 tentang Tata Ruang, setiap daerah harus menyediakan minimal 30 persen lahannya untuk penghijauan. Alhamdulillah penghijuan kita, sudah sangat baik,” tukasnya.

 

TEKS              : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster