Dua Guru Ikut PIN BK Implementasi Kurikulum 2013

 232 total views,  2 views today

Ilst. Guru

Ilst. Guru

KAYUAGUNG – Dua guru asal Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) belum lama ini, dikirim mengikuti Pelatihan Instruktur Nasional (PIN) Bimbingan Konsling Implementasi Kurikulum 2013 di Medan, Sumatera Utama pada 2 – 8 Juni 2014 pekan lalu.

Kedua guru yang  dipercaya mengikuti pelatihan tersebut yakni Basnuri, SPd MSi guru BK SMAN 1 Teluk Gelam dan Ina Ismail, MPd guru BK SMAN 1 Kayuagung.

Ditemui di sekolahnya, Rabu (18/6) kemarin,  Basnuri SPd MSi, mengatakan, dirinya juga tidak begitu tahu pasti mengapa dia bisa menjadi  salah satu peserta yang ikut dalam pelatihan itu, karena menurut dia, pihak LPMP yang menentukan.

”Saya juga tidak tahu itu semua ditunjuk oleh LPMP,” ujar Basnuri.

Dikatakan Basnuri selama seminggu mengikuti pelatihan itu, point penting yang bisa diambil dari kegiatan itu, bagaimana implementasi kurikulum 2013 itu dapat berjalan dengan baik di sekolah, khususnya untuk lintas minat siswa dalam menentukan pilihan sesuai minat dan bakatnya.

”Kita tahu kalau di sekolah ada dua jurusan IPA dan IPS, nah dalam hal ini siswa, minat dan bakat yang dimilikinya sebenarnya itu pada jurusan apa,” kata Basnuri.

Basnuri menggambarkan, bila selama ini minat dan bakat siswa tidak  sesuai dengan keinginannya, namun karena dipaksakan akhirnya yang rugi siswa itu sendiri.

”Misalnya orang tua menginginkan anaknya ketika tamat SMA dipersiapkan untuk masuk universitas kedokteran, maka untuk mencapai hal itu pastinya harus memilih jurusan IPA, padahal siswa tersebut tidak mampu di jurusan IPA, karena dipaksakan akhirnya memperngaruhi nilainya, Nah inikan memaksakan diri,” paparnya.

Oleh sebab itu, sebagai guru BK pihaknya mulai dari sejak sekarang pada PSB sudah menentukan minat dan bakat siswa dengan memilih jurusan yang diminatinya. Namun untuk bisa mendapatkan siswa yang benar-benar sesuai dengan minat dan bakatnya perlu dilihat dari beberapa hal, seperti nilai akademiknya yang bersangkutan dengan jurusan itu, diadakan tes bakat dan kemampuan pada siswa (TBK).

”Kalau dulu kan, kalau mau masuk IPA milih karena gengsi bukan karena memang ada bakat di jurusan itu,” ujarnya.

Lanjut dia, salah satu upaya pihaknya untuk mengimplementasikan hal tersebut di sekolah salah satunya, dengan angket yang diisi oleh setiap siswa untuk memilih minat dan bakat sesuai kemampuannya.

”Kita juga nanti akan berkonsultasi dengan orang tua siswa bersangkutan, untuk menerangkan bahwa siswa tersebut misalnya bakatnya lebih mampu ke jurusan ini  dan ini, jadi kami  sarankan untuk pilih jurusan ini saja,” terangnya.

 

TEKS  : DONI AFRIANSYAH

EDITOR : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster