Pemilu Sumsel ke-4 Terburuk se-Indonesia

 326 total views,  2 views today

Kapolda Sumsel Irjen Pol Saut Usman Nasutian  saat memberikan pengarahan di depan sejumlah undangan. (Antoni Stefen)

Kapolda Sumsel Irjen Pol Saut Usman Nasutian saat memberikan pengarahan di depan sejumlah undangan. (Antoni Stefen)

PAGARALAM – Upaya mewujudkan pesta demokrasi yang berkualitas pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014, Kepolisian Resort (Polres) Kota Pagaralam menggelar  tatap muka bersama Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Saud Usman Nasution SH MH MM dengan dihadiri seluruh anggota KPPS hingga PPK se-Kota Pagaralm dan unsur Muspida, di Aula SD Model Komplek Perkantoran Gunung Gare, Selasa (17/6).

Menurut Saud, semua pihak sudah tahu persis bahwa masa jabatan Presiden dan Wakil Presiden pada 20 Oktober mendatang akan berakhir. Untuk itu, mari bersama sukseskan pesta demokrasi ini agar dapat berjalan dengan baik dan lancar, mengingat sejauh ini Pemilu di Sumatera Selatan mendapatkan predikat ke-4 terburuk se-Indonesia.

“Jika masa jabatan Presiden dan Wakil Presiden berakhir tetapi belum ada penggantinya, maka Negara kita akan mengalami kekosongan tampuk kekuasaan. Begitu pula aparat keamanan mulai dari  TNI/Polri maupun Sat Pol PP dihimbau agar dapat bekerja sama dengan baik, tetapi tidak boleh berkolusi,” jelasnya seraya berujar sangat diharapkan agar Pilpres di Kota Pagaralam tidak menjadi penyumbang dalam predikat terburuk tersebut.

Kendati demikian, pemerintah harus bertanggungjawab untuk memberikan arahan agar Pilpres dapat berjalan tepat waktu. Sehingga penetapan Presiden dan Wakil Presiden terpilih dapat dilantik pada 20 oktober 2014 mendatang.

“Jika semakin banyak nasehat yang diberikan kepada masyarakat, saya yakin suasana politik di Pagaralam dapat semakin baik lagi,” jelasnya.

Saud menegaskan, diinstruksikan kepada seluruh personil yang ada agar dapat menjaga netralitasnya sepanjang pelaksanaan Pilpres 2014. Sehingga kondisi kamtibmas di sepanjang even politik berlangsung tetap aman dan terkendali.

“Kita siap menyambut Pilpres 2014 dengan tetap menjaga netralitas demi terwujudnya kondisi kamtibmas saat pesta demokrasi berlangsung,” katanya seraya berujar bahwa pihaknya tidak akan segan-segan akan memberikan sanksi tegas terhadap anggotanya bila terbukti terlibat politik praktis.

Ia mengatakan, bila ada temuan anggota Polri yang terlibat langsung kedalam politik praktis  dapat dilaporkan. Anggota Polri tidak boleh berpihak dan dukung mendukung, karena tugas mereka sebagai pengaman.

“Jika ada personil Polri terbukti terlibat langsung kedalam politik praktis akan saya copot jabatannya, artinya mereka harus netral. Sementara untuk sanksi, tentunya butuh proses lebih lanjut apakah itu sanksi disiplin  atau telah menjurus kearah pidana pemilu tetap akan diproses secara procedural,” kata Saud.

Dia juga berharap adanya partisipasi seluruh kalangan untuk mengawasi dan melaporkan jika ada anggota Polri yang ikut serta berkampanye dalam rangka mendukung salah satu calon yang maju, termasuk jika ada oknum anggota Polres Kota Pagaralam ikut membagikan dana ataupun bantuan lainnya guna meraih dukungan dan suara.

Ditambahkan Kapolres Kota Pagaralam AKBP Saut P Sinaga SIK MSi, guna mengantisipasi berbagai hal yang tidak diinginkan, seluruh personil mulai dari jajaran Polsek hingga Polres  tengah berupaya meningkatkan pengamanan terpadu terhadap personil maupun markas.

“Semua ini kita lakukan demi menepis segala kemungkinan yang dapat terjadi baik itu menjelang maupun usai pelaksanaan Pilpres 2014,” ujarnya seraya menambahkan pihaknya telah menyiapkan  Pos Induk Pilpres yang bertempat di Mapolres Kota Pagaralam  sebagai wadah memonitor perkembangan  situasi dan kondisi even politik berlangsung.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Pagaralam Hj Ida Fitriati Basjuni mengemukakan, dalam beberapa pelaksanaan pemilihan umum mulai dari Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) hingga Pemilihan Legislatif, Kota Pagaralam selalu menjadi contoh bagi Kabupaten/Kota lainnya. Termasuk pula tingkat partisipasi masyarakat di Bumi Besemah  ini tergolong tinggi mencapai 85 persen lebih   jika melihat pemilu sebelumnya.

“Tingkat partisipasi pelaksanaan Pilpresali ini diharapkan dapat mencapai 95 persen,” harapnya seraya berujar kepada segenap

lapisan masyarakat agar dapat berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan pemilu 9 Juli mendatang, demi terwujudnya pesta demokrasi yang berkualitas.

Ida pun menghimbau, kepada seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Aparatur Pemerintahan Negara (APN) agar tidak terlibat politik praktis. Termasuk pula TNI/Polri agar dapat menjaga netralitas dalam pelaksanaan pemilu berikut  membantu pengamanan dan  keamanan saat pelasanaan pemilu.

“Semoga pelaksanaan Pilpres2014 khususnya di Bumi Besemah ini dapat berjalan dengan baik dan lancar demi terwujudnya

sistem demokrasi yang berkualitas.

Pantauan di lapangan, kegiatan berlangsung baik dan lancar dengan dihadiri Kapolda Sumsel Irjen Pol Saud Usman Nasution, Walikota Pagaralam Hj Ida Fitriati Basjuni, Wakil Walikota Novirzah Djazuli SE, Ketua DPRD Ruslan Abdul Gani SE, Sekda Drs H Safrudin MSi, Ketua KPU Hendri SE, Ketua Panwaslu Sahlan SH, Ketua Pengadilan Negeri Harun Julianto SH, Kajari Ranu Indra SH, Para Kepala SKPD, seluruh personil KPPS dan PPK se-Kota Pagaralam serta undangan lainnya, kemarin.

TEKS  : ANTONI STEFEN

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster