Pembangunan IPAL Tuai Pro Kontra

 228 total views,  2 views today

 

MUARAENIM – Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muaraenim, untuk membangun Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) di kawasan perumahan Bumi Serasan Damai (BSD), Kelurahan Air Lintang, Kabupaten Muaraenim, masih menuai pro dan kontra dari masyarakat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Cipta Karya (CK) Kabupaten Muaraenim, Ramlan Suryadi saat dikonfirmasi, tidak menampik masih terjadinya pro dan kontra pembangunan IPAL tersebut.

Padahal kata Ramlan, saat digelarnya pertemuan antara Bupati Muaraenim, Muzakir Sai Sohar beberapa hari yang lalu,  warga secara lisan mengatakan setuju. Namun dalam pernyataan tertulis yang dibuat, ada beberapa hal yang harus dipenuhi, namun cenderung memberatkan.

“Secara lisan malam itu memang mereka mengatakan setuju, namun dalam pernyataan tertulis masih ada yang pro dan kontra, termasuk beberapa syarat yang harus dipenuhi jika IPAL tersebut memang akan dibangun,” jelasnya, Selasa (17/6).

Ramlan menjelaskan, beberapa syarat tersebut diantaranya, sebelum pembangunan IPAL dimulai, Dinas PU CK diminta untuk lebih dahulu membangun drainase. Syarat lainnya, yang dianggap memberatkan adalah pemindahan lokasi IPAL.

Warga meminta lokasi pembangunan IPAL, jaraknya paling dekat 100 meter dari pemukiman penduduk. “Syarat itu bagi kita dan pihak yang akan membangun, termasuk memberatkan dan sepertinya akan sulit kita penuhi,” ungkapnya.

Menurutnya, salah satu tujuan dari Pemkab Muaraenim dan pemerintah Australia yang memberikan dana hibah untuk pembangunan IPAL tersebut, adalah untuk kebaikan dan kesehatan lingkungan masyarakat.

Dengan adanya pro dan kontra dan syarat yang terkesan berat tersebut, ia mengkuatirkan, akan menjadi pemicu konflik antar warga. Hal itu menurutnya, menjadi salah satu pertimbangan dan tolak ukur tujuan pembangunan.

“Dari awal sudah kami katakan kepada warga di kawasan tersebut, jangan sampai pembangunan IPAL yang rencananya bertujuan baik, malah menjadi pemicu perpecahan dan konflik antara warga,” ungkapnya.

Untuk saat ini menurut Ramlan, kelanjutan rencana pembangunan IPAL itu belum bisa dipastikan. Malah ada kecendrungan, pembangunannya akan batal dilaksanakan. Alasanya, jika masih ada pro kontra dan syarat yang dianggap memberatkan, dikhawatirkan proses pembangunan akan mengalami hambatan.

Hanya saja pihaknya masih berusaha untuk mencari jalan keluar, untuk rencana pembangunan tersebut, termasuk membicarakan dengan pihak donatur dalam hal ini pemerintah Australia. “Itu yang sedang kita bicarakan, apakah akan dipindahkan ke lokasi lain atau ditunda tahun depan dan kita mencari lokasi yang baru,” tukasnya.

 

TEKS              : SISWANTO

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster