ONH Turun Delapan Persen

 227 total views,  2 views today

Ilustrasi Jemaah Haji | Bagus Park

Ilustrasi Jemaah Haji | Ist

PALEMBANG – Adanya penandatangan persetujuan keputusan Presiden RI mengenai penurunan biaya perjalanan haji sebesar delapan persen, 30 Mei lalu, siap dijalankan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Palembang.

Kepala Kemenag Palembang, Alfajri Zabidi mengatakan, apapun kebijakan pemerintah Pusat, Kemenag Palembang siap memback up dan melaksanakan kebijakan tersebut. “Pada 30 Mei lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sudah tandatangani penurunan biaya haji tersebut, penurunannya sekitar delapan persen dari yang harus dibayarkan oleh para jemaah haji,” katanya, Selasa (17/6).

Menurut Alfajri, penurunan biaya haji ini merupakan salah satu langkah untuk efisiensi yang dilakukan Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Agama. “Kami siap jalankan aturan, dan penurunan tersebut sudah mulai berlaku setelah kami menerima edaran dari Menteri Agama,” jelasnya.

Alfajri menyebutkan, penurunan tersebut bukan yang pertama, tahun lalu juga ada penurunan. Tapi relatif kecil. Ongkos Naik Haji (ONH) tahun 2013 ditetapkan sebesar Rp 33,5 juta. Sebutnya untuk penurunan tahun ini menjadi kisaran Rp 31-32 jutaan. “Angka penurunannya tidak terlalu besar, selain itu, pembayarannya juga bergantung dolar. Tetapi lumayanlah, bisa mengurangi beban yang ingin berangkat haji,” ucapnya.

Alfajri merincikan, tahun 2014 ini, kuota haji untuk Kota Palembang adalah sebanyak 2.996 jemaah. Sebutnya, angka tersebut termasuk juga jemaah haji yang batal berangkat tahun 2013 sebanyak 436 jemaah. “Tahun lalu yang lunas membayar ONH tapi belum berangkat 436, nah tahun ini mereka akan berangkat, jadi total yang berangkat tahun 2.996,” bebernya.

Alfajri menghimbau, masyarakat yang ingin berangkat haji untuk waspada adanya sistem percaloan. Apabila masyarakat menemukan itu, maka laporkan saja ke Kemenag Palembang atau Kemenag Wilayah Sumsel.

“Apabila ada petugas kami yang bermain akan kami tindak tegas, apabila ada oknum yang mengaku, bisa memberangkat haji dalam waktu cepat atau tidak perlu menunggu puluhan tahun, itu jangan percaya. Karena untuk naik haji harus menunggu paling cepat 10 tahun, sementara untuk naik haji plus lima tahun,” tukasnya.

 

TEKS              : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster