Kadis PU Pagaralam Direkomendasikan di Pecat

 540 total views,  2 views today

PAGARALAM – Tingkat kesabaran kalangan legislatif terhadap Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Pagaralam Ir Sunarto Rohim, tampaknya sudah habis. Hal itu terbukti, saat digelar Sidang Paripurna dengan agenda pandangan umum sejumlah fraksi dalam rangka pembukaan dan  pembahasan anggaran tambahan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pagaralam, kemarin.

Fraksi Golongan Karya dalam pandangan umum fraksi yang dibacakan Herdiansyah Bana menyoroti kinerja Dinas Pekerjaan Umum yang baru menyerap dan melaksanakan 50 persen anggaran aspirasi yang diajukan dewan.

“Realisasi  dana aspirasi oleh Dinas PU tersebut baru berkisar 50 persen saja, sehingga masih harus ditingkatkan lagi kinerjanya,” kata Bana dalam pandangan fraksinya.

Hal senada dikemukakan Dedi Stanza, yang mewakili Fraksi Gunung. Ia bahkan merekomendasikan kepada Wali Kota agar Kepala Dinas PU segera diberhentikan atau dipecat dari jabatannya.

“Kami menilai Ir Sunarto Rohim yang menjabat Kepala Dinas PU Kota Pagaralam, kurang kooperatif.  Bahkan ketika ia dipanggil untuk dimintai keterangannya terkait beberapa permasalahan yang ada di PU selalu saja mangkir alias  tidak dapat hadir,” jelas Dedi.

Ia menambahkan, jika sikap pejabat tersebut selalu seperti itu terhadap tanggungjawabnya sebagai aparatur negara, berarti yang bersangkutan dapat dipastikan tidak layak lagi diberi jabatan sebagai Kepala Dinas PU.

“Kami minta agar Walikota dapat mempertimbangkan kembali jabatan yang saat ini diemban yang bersangkutan untuk segera diberhentikan dari jabatannya,” kata Dedi.

Terkait hal itu, Sekretaris Daerah Kota Pagaralam Drs H Safrudin MSi ditemui seusai Sidang Paripurna  belum bisa berkomentar lebih lanjut. “Kendati demikian,  akan segera kita laporkan kepada walikota guna mengetahui proses lebih lanjut. Namun, saat ini saya belum bisa berkomentar terlalu banyak,” singkatnya.

Diketahui, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Pagaralam, Ir Sunarto Rohim memang terkenal arogan. Seperti pada saat terjadi pemblokiran jalan lapangan terbang (Lapter) Atung Bungsu, (12/4) lalu, yang bersangkutan sempat emosi dan menantang warga untuk berkelahi sembari mengeluarkan kata-kata ancaman. Beruntung saat itu pihak kepolisian dapat menyelesaikan masalah tersebut sebelum berkembang lebih besar lagi.

Namun hal itu tampaknya telah  melekat di benak sejumlah kalangan, termasuk kalangan dewan sendiri pun  sering diacuhkan bahkan panggilannya tidak dipenuhi hingga membuat mereka terpaksa mengeluarkan semacam rekomendasi kepada walikota untuk pemberhentian tersebut.

 

TEKS   : ANTONI STEFEN

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster