Investasi UKM Diyakini Akan Tumbuh

 191 total views,  2 views today

Usaha Kecil Menengah (UKM)

Usaha Kecil Menengah (UKM)

PALEMBANG – Profesor Dr Bernadette Robiani MSc, Dosen Pascasarjana Universitas Sriwijaya menyampaikan kondisi trend investasi UKM terkini khususnya di Kota Palembang. Ia meyakini, tahun 2014 adalah saat yang paling dinanti-nantikan para pelaku UKM di Sumatera Selatan. Namun begitu, kerepotan sektor usaha ‘mini’ ini agaknya juga tak pernah habis-habisnya.

“Investasi di Palembang trendnya sedang menaik. Jadi begini, kan kita lihat pertumbuhan ekonomi bisa dari sektoral atau olahan. Jika dilihat dari pengeluaran akan ada di konsumsi rumah tangga, berikutnya tumbuh  investasi,” ungkap Bernadette.

Memang tak sedikit para pelaku UKM yang disenggol pelbagai krisis. Namun, masih banyak pula UKM yang tiada goyang diterjang masalah. Krisis ‘menggonggong’ pun bahkan tak membuat sebagian pelaku dunia usaha kendur. Pada 2014 akan ada kenaikan konsumsi usaha rumah tangga. Selanjutnya investasi UKM akan bertumbuh dengan sendirinya.

“Saya pernah ngobrol dengan pelaku UKM, yang poin utamanya adalah terkait dengan persoalan kredit. Belajar pengalaman-pengalaman tahun sebelumnya, banyak sekali pelaku UKM yang diterjang masalah. Semoga di tahun politik ini, itu tidak terjadi,” Bernadette menyampaikan.

Tantangan UKM sungguh kompleks. Sektor-sektor unggulan pun menjadi incaran. Untuk itu, Bernadette memiliki keyakinan efek domino UKM akan mendorong bertumbuhnya sektor lainnya. Sehingga investasi sektor ini akan ikut naik.

“Investasinya sektor apa? Ya, di situ ada perdagangan, hotel, dan restoran, dan industri. Pertanian mungkin tidak, karena pertanian ini ototamatis terdorong naik oleh UKM,” ucapnya.

Ada banyak cara memekarkan UKM. Di Palembang, misalnya, dengan adanya kawasan ekonomi di Tanjung Api-api tentu diharapkan bisa memacu pertumbuhan potensi ekonomi. Selain itu di kawasan ini, segala potensi hilir  pun harusnya dapat berkembang.

“Mungkin investasi infratruktur di Tanjung Api-api itu sudah dibangun. Tapi, sebagian besar bangunan pabriknya belum.  Nah, ini artinya di sana, bukan hanya pabrik saja yang beroperasi, kan di Tanjung Api-api juga ada hilirnya. Jadi, bukanlah industri saja. Pastinya investasi UKM ini arahnya ke sana,” terangnya.

Bagaimana dinamika kesiapan masyarakat Sumsel menyambut investasi itu? Jawab Bernadette, kepercayaan dan optimisme masyarakat cukup baik. Masalahnya adalah seberapa kuat perbankan melayani mereka.

“Dia (pelaku UKM) bisa bikin usaha, tapi tak pandai memikirkan pasar. Semua orang bisa bikin keripik tempe, tapi belum banyak yang tahu ke mana harus menjualnya,” Bernadette berkata.

Kebijakan soal pasar yang kurang matangpun juga dialami sebagian besar pengrajin songket. Di sini, pada umumnya si pengrajin songket berkeluh-kesah menyangkut ke mana produk hendak dipasarkan.

“Produk songket, misalnya. Jika songket asal Palembang masuk ke pasar di Jawa Barat. Orang sana ngomong, kasarlah, haluslah, inilah, dan banyak lagi alasannya. Kebetulan, saya punya saudara pengrajin songket. Dia bingung memenuhi selera pelanggannya yang ada di luar negeri. Itu harus dia penuhi,” Bernadette mengkritik.

Andai saja apa yang diinginkan pelaku UKM dapat terpenuhi, maka Bernadette yakin sektor ini tak lagi melewati jalan terjal.  Jadi, UKM pun dapat berkompetisi secara sehat dan transparan. Dan, yang terpenting, produk UKM dari hilir bisa mengalir hingga ke hulunya.

 

TEKS              : ROMI MARADONA

EDITOR          : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster