Abdul Karim Mengundurkan Diri Dari Ketua KPU Palembang

 277 total views,  2 views today

kpu

PALEMBANG – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres), 9 Juli mendatang, kabar mengejutkan datang dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Palembang. Ketua KPU Palembang, Abdul Karim Nasution mengundurkan diri dari jabatan yang didudukinnya tersebut.

Komisioner KPU Kota Palembang Divisi Sosialiasasi, Syarifuddin yang dibincangi disela-sela-sela pelaksanaan bimbingan teknis (bimtek) terhadap Komisioner KPU kabupaten/kota di Hotel Penisulla, Palembang, Selasa (17/6), membenarkan informasi tersebut.

Ia mengaku, sempat shock dengan keputusan Abdul Karim tersebut. Apalagi terangnya, pengunduran diri tersebut disampaikan Karim saat rapat pleno penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang dilakuan KPU Palembang. “Pengunduran diri tersebut, disampaikannya saat rapat pleno,” ucapnya.

Karenanya kata  Syarifuddin, KPU Kota Palembang kemudian menggelar rapat pleno untuk mencari pengganti Karim. Dalam rapat pleno tersebut, jabatan Ketua KPU Palembang dipercayakan kepadanya.

Apa alasan Abdul Karim mengundurkan diri ? Syarifuddin mengaku tidak tahu. Ia juga terangnya, tidak ingin menerka-nerka, karena ini sudah menyangkut pribadi orang meski satu lembaga tetapi dirinya tidak ingin mencampuri lebih jauh. “Yang jelas, sekarang pak Karim, masih pimpinan kami. Kita tunggu saja nanti seperti apa perkembangannya,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua KPU Sumsel, Aspahani yang dibincangi terpisah mengaku belum mendapatkan surat pengunduran secara resmi dari Abdul Karim tersebut. Namun pengunduran diri itu jelasnya, baru disampaikan Karim kepadanya secara lisan.

KPU Sumsel sambungnya, akan memanggil semua komisioner KPU Palembang, guna dipintai penjelasan mengenai kemunduran Abdul Karim dari Ketua KPU Palembang. “Saya secara pribadi juga belum menerima surat pengunduran dirinya. Tetapi yang jelas, itu hak mereka, tetapi kami nanti akan klarifikasi saja,” ungkapnya.

Menurut Asphani, bila klarasifkasi selesai, mungkin ada perubahan ketua. “Walau kita tidak bisa mengintervesi keinginan itu, tentu kita harus mendapatkan alasan yang tepat. Kenapa diganti tentu ada alasan,” jelasnya.

Lanjut dia, dari klarifikasi satu persatu komisioner KPU Palembang tersebut, akan menjadikan dasar bagi KPU Sumsel, untuk mengambil langkah agar kedepannya tidak menimbulkan dampak buruk bagi kinerja KPU Kota Palembang dalam menyelenggarakan pemilu.

“Kami hanya ingin meyakinkan jangan sampai proses penggantian itu, berdampak kurang baik terhadap kinerja KPU. Tetapi kalau itu berdampak lebih baik dan kita yakini, ya bisa diterima,” tukasnya.

 

TEKS              : DICKY WAHYUDI

EDITOR          : IMRON SUPRIYADI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster