PTSB Belum Miliki Izin Pertambangan Bukit Plawi

 600 total views,  2 views today

Ilustrasi Tambang | Ist

Ilustrasi Tambang | Ist

BATURAJA  РPT Semen Baturaja, Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan belum memiliki Izin Usaha Pertambangan dari pemerintah setempat untuk perluasan tambang batu kapur di daerah Bukit Plawi.
Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Ogan Komering Ulu (OKU) M Nasir melalui Kabid Pertambangan Umum Abdul Toyib di Baturaja, Senin mengatakan bahwa hingga saat ini PT Semen Baturaja (PTSB) belum medapat Izin Usaha Pertambangan (IUP) dari Pemerintah Kabupaten OKU untuk perluasan kawasan pabrik di area Bukit Plawi.
“Jadi perusahaan belum bisa melakukan produksi atau penggalian batu kapur bahan baku membuat semen di kawasan Bukit Pelawi,” katanya.
Dikemukakannya, saat ini PTSB baru memiliki Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) KW : OKU-1211S3029 dengan luas 507,5 hektare.
Izin tersebut, berdasarkan WIUP Eksplorasi sesuai Keputusan Bupati OKU No. : 448/K/IUP-I.A3/XXVII/2012 tanggal 28 Desember 2012 masa berlaku selama tiga tahun.
Menurut dia, WIUP seluas 507,5 hektare itu terletak di area Bukit Plawi, di antaranya melingkupi Desa Laya dan Desa Pusar.
“Izinnya masih dalam tahap eksplorasi. Setelah eksplorasi, FS (studi kelayakan) dan dinyatakan ekonomis untuk diusahakan, dilanjutkan Analisa dampak lingkunganu serta Izin Lingkungan,” ungkapnya.
Setelah semua terbit baru bisa dikeluarkan IUP Operasi Produksi dan PTSB bisa melakukan penggalian batu kapur dan perluasan pabriknya,” kata Toyib.
Ia mengatakan, jika perizinan itu satu saja tidak dilengkapi, maka PTSB tidak bisa melakukan operasi penggalian dan perluasan pabrik.
“Jadi prosesnya masih panjang. Tidak mudah untuk melakukan penggalian dan perluasan pabrik,” katanya.
Sementara, tokoh masyarakat sekaligus Kepala Dusun (Kadus) IV Desa Pusar, H Rozali menyatakan meskipun PTSB telah memiliki izin dari pemerintah setempat untuk perluasan lahan, namun masyarakat desa setempat tetap akan menolak rencana tesebut.
Sebab, dampak yang ditimbulan sangatlah merugikan masyarakat sekitar, karena akan banyak bangunan rumah warga retak akibat ledakan dinamit di lokasi tambang.
Selain itu, debu semen yang dikeluarkan dari pabrik produksi menimbulkan penyakit sesak nafas dan flora serta fauna di kawasan itu menjadi punah.
“Kami sudah siapkan tandatangan warga yang menolak dan akan kami kirimkan surat penolakan tersebut ke pemerintah pusat dalam waktu dekat ini,” tegasnya.
Sementara, Humas Bagian Umum PTSB, Gili Apria Baja saat dikonfirmasi secara terpisah terkait areal Bukit Plawi, tak mau berkomentar dengan alasan tidak mengetahui secara detail masalah tersebut.
“Silahkan konfirmasi dengan Pak Diki atau siapa saja boleh, saya tidak begitu mengetahui masalah tersebut,” katanya singkat saat dihubungi lewat telepon genggamnya

TEKS: MUSLIM

EDITOR: SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster