Pilpres 2014, Partisipasi Pemilih Ditarget 80 %

 185 total views,  2 views today

ilustrasi

ilustrasi Pemilu

PALEMBANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang memasang target tinggi, untuk partisipasi pemilih pada Pemilihan Presiden (Pilpres), 9 Juli mendatang. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Palembang, menargetkan partisipasi pemilih mencapai 80 persen.

Karenanya untuk mencapai target tersebut menurut Kepala Kesbangpol Kota Palembang, Altur Febriansyah, sosialisasi pelaksanaan Pilpres di metropolis, digencarkan. Sosialisasi itu diantaranya dilakukan terhadap Kelompok Penyelenggaran Pemungutan Suara (KPPS).

KPPS menurut Altur, adalah penyelengaran pemilu terbawah. Peran mereka sangat penting, untuk meningkatkan partisipasi pemilih. “Mereka yang berada ditengah-tengah masyarakat, karenanya perannya sangat penting untuk mengajak masyarakat mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) guna menggunakan hak suaranya,” kata Altur yang dibincangi usai pembukaan penyuluhan paket Undang-Undang (UU) bidang politik, di Grand Atyasa Convention Center, Palembang, Senin (16/6).

Altur berharap, dengan diberikannya pembekalan tersebut, KPPS mampu mengajak masyarakat agar jangan menjadi golongan putih (golput) pada 9 Juli mendatang, karena besarnya peran serta masyarakat dalam partisipasi pemilu, ada di tangan petugas KPPS di lapangan. “KPPS adalah sebuah badan dibawah KPU yang dibentuk untuk menentukan kesuksesan pemilu di lapangan, jadi mereka bertugas untuk mengajak masyarakat,” terangnya.

Altur menambahkan, pada Pileg 9 April lalu, partisipasi pemilih di Palembang hanya 69,40 persen, untuk Pilpres kali ini diharapkan meningkat. “Target kami 80 persen, bahkan diatas 80 persen partisipasi Pilpres. KPPS adalah penentu keberhasilan pilpres mendatang, jadi KPPS harus memberikan pengertian pada masyarakat apa keuntungan dalam partisipasi pilpres mendatang,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Palembang, Harnojoyo mengatakan, untuk memaksimalkan peran serta masyarakat pada Pilpres mendatang, Pemkot Palembang ingin agar para petugas KPPS dapat bekerja sesuai dengan fungsinya yang telah diatur dalam undang-undang. “Semua pihak harus bekerja, termasuk juga masyarakat, harus mensukseskan pilpres kali ini. Karena kita akan memilih pemimpin Indonesia 5 tahun mendatang,” ujarnya.

Sambung Harnojoyo, dalam memenuhi tugas, petugas di tempat pemungutan suara (TPS), petugas KPPS harus terlebih dahulu diberikan panduan, agar tugas dan wewenang KPPS juga didasarkan oleh peraturan perundang-undangan dan berpedoman pada kode etik Peraturan KPU. “Jangan sampai nanti petugas KPPS tidak mengetahui tugas dan fungsi mereka yang sebenarnya,” tukasnya.

 

TEKS              : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster