Kabar Sumatera dan “Gembok” akan Gelar Dialog Teater

 594 total views,  2 views today

­­­­­­

Salah satu Adegan Tater Tubun dalam Naskah “Madesekar” di Graha Budaya Jaka Baring Palembang, pekan silam.

Salah satu Adegan Tater Tubun dalam Naskah “Madesekar” di Graha Budaya Jaka Baring Palembang, pekan silam.

PALEMBANG – Teater, merupakan salah satu aliran (genre,red)  dalam cabang seni, yang dapat dimanfaatkan untuk membantu proses penyampaian pesan moral kepada masyarakat. Demikian juga media. Oleh sebab itu Teater Tubun mengajak Harian Umum Kabar Sumatera (KS) untuk ikut serta membina cabang seni teater melalui media cetak. Demikian dikatakan Yondi Aoudyto, Pimpinan Teater Gembok Palembang, kepada Kabar Sumatera, kemarin, Senin (16/6).

Lebih lanjut, mahasiswa Universitas Bina Darma (UBD) Palembang mengatakan, pentingnya kerjasama Teater Tubun dengan Harian KS, agar pesan moral yang digaungkan teater selama ini, bukan hanya diterima dalam lingkungan terbatas, tetapi juga dalam lingkup yang lebih besar, terutama pembaca di Sumsel. “Selama ini kita kurang banyak diketahui masyarakat, sehingga seakan-akan teater itu hanya hura-hura dan pentas drama. Padahal di teater ada pesan moral, mengajak cerdas dan memberikan kritik sosial yang perlu diketahui masyarakat. Disinilah kami mengajak Kabar Sumatera untuk ikut andil dalam acara ini,” tambah alumnus SMA Negeri 15 Palembang ini.

Apresiasi dan Dialog Teater yang akan digelar besok, Rabu (18/6) menghadirkan DR Tarech Rasyid, M.Si, seorang sosiolog Universitas IBA Palembang dan Imron Supriyadi, salah satu pelaku seni sastra dan teater di Palembang, yang juga Pemimpin Redaksi Harian Umum KS. “Keduanya sengaja kami minta untuk jadi pembicara, karena kedua orang ini juga punya latar belakang teater. Minimal kita bisa sharing dengan kawan-kawan, terutama anak-anak sekolah,” ujarnya.

Ditanya tentang tujuan acara ini, Yondi mengatakan untuk membangkitkan semangat berteater, terutama di kalangan anak sekolah, baik di SMA dan SMP. “Kesannya, selama ini kami melihat teater di Palembang khususnya di sekolah-sekolah seperti hidup segan mati tak mau. Makanya dengan acara ini kita akan menggali, sekaligus melihat potensi di kalangan siswa dalam seni teater,” ujarnya.

Terpisah, Imron Supriyadi, Pemimpin Redaksi Harian Umum KS Palembang mengatakan, sebagai praktisi media, harus ikut bertanggungjawab terhadap apapun yang diniatkan oleh siswa terutama kegiatan itu untuk membangun ‘kebaikan seni’ bagi anak bangsa. Teater, menurut mantan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palembang ini, merupakan salah satu ruang untuk berkreasi dan menyampaikan nilai-nilai moral kepada masyarakat. “Saya kira sangat relevan kalau media juga wajib ikut didalamnya untuk ikut mengabarkan pesan nilai kebaikan melalui teater ini,” ujarnya.

Sementara, Tarech Rasyid yang dihubungi melalui ponselnya mengatakan, melalui dialog teater ini dapat menggali potensi anak bangsa, terutama minat dan bakat bagi generasi muda, baik anak sekolah atau yang tidak berkesempatan sekolah. Namun demikian, menurut Tarech, kegiatan seperti ini harus diikuti dengan tindaklanjut yang jelas dan terprogram. Tarech mencontohkan, seperti perlunya pembinaan secara rutin oleh para pelaku teater di Sumsel, sehingga dinamika teater di Sumsel juga akan tergerakkan. “Selama ini kan kita hanya mengaku pelaku teater, seniman, tetapi karya yang monumental mana? Ini yang wajib dijawab oleh para seniman di Sumsel, supaya eksistensinya seagai pelau seni itu benar-benar muncul ke permukaan,” tegasnya.

Diakhir wawancaranya, Yondi mengajak kepada para siswa ikut dalam acara ini. Sebab akacar ini akan mengundang anak-anak SMA, SMP dan masyarakat umum lainnya. “Acara ini sifatnya terbuka dan gratis. Kami akan gelar acara ini di cafe Roti Bakar Narsis. Siapa saja yang berminat silakan datang, pukul dua siang, besok,” tambahnya.**

 

TEKS : AHMAD MAULANA

EDITOR : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster