Hutan Desa Diserahkan ke Pemkab Muara Enim

 395 total views,  4 views today

MUARAENIM – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melalui Direktur Jenderal (Dirjen) Kehutanan, akan menyerahkan delapan hutan desa kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muaraenim. Penyerahannya, akan dilakukan Sabtu (21/6) mendatang di Desa Kota Padang, Kecamatan Semende Darat Tengah.

Hutan desa ini, menurut Bupati Muaraemin, Muzakir Sai Sohar, nantinya akan dikelolah oleh kelompok tani di desa setempat. “Sebenarnya kita mengusulkan ada 15 hutan desa, untuk diserahkan pengelolaanya ke kelompok tani. Namun baru disetujui delapan hutan desa,” terang Muzakir.

“Tujuh hutan desa sisanya, yang belum diserahkan Kemenhut kita harapkan dalam waktu dekat bisa juga diserahkan ke kita,” harap Muzakir saat dibincangi usai Rapat Paripurna DPRD Muaraenim, Senin (16/6).

Sementara itu Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Muaraenim, Rustam Effendi menyebut, delapan hutan desa yang akan diserahkan Kemenhut tersebut berada di Kecamatan Semende Darat Tengah (SDT) dan Semende Darat Laut (SDL).

“Rinciannya, di Kecamatan SDL tepatnya di Desa Segamit seluas 3.245 hektar, 900 hektar di Desa Cahaya Alam, 1.400 hektar di Tanjung Agung. Sementara di Kecamatan SDT, ada Desa Gunung Agung seluas 1075 hektar, 1.145 hektar di Kota Padang, 1.685 hektar di Muara Tenang, 600 hektar di Sri Tanjung, dan 1.135 hektar di Desa Tenam Bungkuk,” bebernya.

Hutan desa yang diserahkan itu terang Rustam, selama ini telah dikelola masyarakat untuk kegiatan berkebun kopi, secara tidak resmi dan berada berada di kawasan hutan lindung. “Dengan adanya penyerahan hutan desa ini, kegiatan berkebun kopi yang selama ini telah dilakukan masyarakat, maka secara hukum sudah legal . Mereka sudah bisa mendapatkan bantuan apa saja dari pemerintah,” jelas Rustam.

Dijelaskannya, hutan desa tersebut statusnya hanya sebatas hak untuk mengelola dengan jangka waktu selama 35 tahun.  “Status lahan itu hanya sebatas hak masyarakat untuk mengelola, mereka tidak bisa menjadikannya status memiliki. Jika jangka waktunya selama 35 tahun sudah habis, maka bisa dilakukan perpanjangan lagi,” tukasnya.

 

TEKS              : SISWANTO

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster