Produksi Beras Sumsel 2014, Targetkan 3,9 Juta Ton

41 total views, 3 views today

beras

PALEMBANG – Produksi beras Sumatera Selatan (Sumsel), terus mengalami surplus. Karenanya tahun ini, produksi  beras Sumsel diyakini bisa mencapai 3,9 juta ton.Target tersebut, dinilai cukup realistis mengingat pada tahun sebelumnya, produktivitas beras mampu menyentuh angka 3,6 juta ton.

Menurut Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura (DPTPH) Sumsel, Taufik Gunawan menegaskan, jumlah 3,6 juta ton tersebut merupakan gabah kering giling (GKG). Setelah diproses menjadi beras, hasilnya didapat 2,3 juta ton beras.

“Dengan jumlah masyarakat Sumsel mencapai 7,4 juta penduduk, artinya tingkat konsumsi beras setahun sebanyak 800 ribu ton. Kita surplus beras pada tahun lalu, sebanyak 1,4 juta ton. Kita optimistis, jika produksi beras kita terus mengalami pertumbuhan,” tegas Taufik di Kantor Pemprov, kemarin.

Meski demikian, dengan kondisi surplus yang ada, jika ditilik dari nilai rata rata nasional produktifitas yakni 51,52 ton beras, padi Sumsel hanya memproduksi 45,96 ton beras perhektarenya.

Menurutnya, produktivitas yang dianggap masih tergolong rendah tersebut lantaran terkendala lahan. Dari 800.000 hektare luas panen. Hanya 14 persen yang irigasi, sisanya merupakan sawah tadah hujan, sawah lebak, dan pasang surut.

“Ironisnya, sawah irigasi ini mampu panen setahun tiga kali, lainnya hanya satu kali. Inilah yang kami dorong agar, sawah jenis lain mampu setidaknya dalam setahun bisa dua kali panen untuk meningkatkan produktifitas,” tegasnya.

Data yang dimiliki pihaknya, sawah irigasi sebesar 115.929 ha, sawah tadah hujan 108.710 ha, sawah pasang surut 271.413 ha dan sawah lebak 304.563 ha. “Lahan potensial seperti pasang surut dan lebak, hanya mampu satu kali panen. Berbagai upaya, kami lakukan untuk lahan potensial tersebut untuk bisa minimal dua kali panen,” kata dia.

Dengan kondisi itulah, pada 2014, pihaknya akan menargetkan luas panen 855.659 ha dengan produksi mencapai 3,98 juta ton gabah kering giling. Sumsel sendiri menilai cukup realistis mengingat setiap tahun produksi pada di Sumsel terus mengalami pertumbuhan. Ia juga menilai, jika kondisi kelebihan beras yang terjadi, membuat Sumsel menduduki peringkat ke enam sebagai daerah penghasil beras terbesar di Indonesia.

Sementara itu, Kepala Bulog Divre III, Bambang Napitapulu menjelaskan pada tahun ini pihaknya akan membangun satu gudang di sentra produksi beras yakni Belitang OKU Timur dengan kapasitas 1.000 ton beras.

”Kita sengaja membangun gudang di sentra produksi beras. Itu bertujuan untuk menyerap beras produksi petani setempat. Untuk saat ini kapasitas gudang beras kita baru bisa menyimpan beras sebanyak 81 ribu ton,” tukasnya.

 

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com