Polres Muara Enim Enggan Ungkapkan Hasil Autopsi

 235 total views,  2 views today

Ilustrasi

Ilustrasi

MUARAENIM – Masih ingat dengan kasus tewasnya, Jihan Salsabilah (10), siswa SD Negeri 14 Muaraenim yang tewas karena diduga dikeroyok empat teman laki-lakinya sekelas, Senin (5/5) lalu ? Hasil autopsi terhadap jasad Jihan, yang dilakukan oleh ahli forensik dari RS Bhayangkara Polda Sumsel beberapa waktu sudah dikantongi oleh Polres Muaraenim .

Namun Polres Muaraenim, menolak untuk mempublikasikan hasil autopsi tersebut. Kepala Polres Muarenim, AKBP M Aris melalui Kepala Satuan (Kasat) Reskrim, AKP Eryadi Yuswanto saat dikonfirmasi, membenarkan hasil autopsi sudah keluar dan sudah diterima penyidik. Hanya saja menurutnya, untuk keterangan dan hasil autopsi tidak bisa dipublikasikan.

“Memang sudah ada dan dikirim kepada kita selaku penyidik, dimana surat yang dikeluarkan adalah surat resmi yang ditandangangi oleh dokter yang melakukan autopsi, yaitu Kompol dr Mansuri SpKF,” ujarnya, kemarin.

Eryadi beralasan, pihaknya selaku penyidik tidak bisa mempublikasikan hasil atau laporan tertulis atau autopsi terhadap jasad Jihan. Ia beralasan, aturan tersebut sudah ada aturan hukumnya, mengingat dalam kasus tersebut menyangkut anak dibawah umur selaku pihak yang terlapor. “Karena hasil ini merupakan bagian dari penyidikan yang kita lakukan, terkait kasus yang menimpa Jihan, jadi mohon maaf kami tidak bisa mempublikasikan,” ucapnya.

Bahkan menurutnya, berkas pemeriksaan atas kasus tersebut juga belum lengkap. Karena pihaknya juga, akan memeriksa dan meminta keterangan atas hasil pemeriksaan atau autopsi yang dikeluarkan pihak kedokteran forensik. Setelah semuanya lengkap, baru pihaknya melakukan gelar perkara atas kasus tersebut. “Dokter forensik yang melakukan autopsi, juga akan kita mintai keterangan meskipun hasil autopsi secara tertulis dan lisan sudah disampaikan,” terangnya  .

Pelaksanaan autopsi terhadap jasad Jihan Salsabilah, dilakukan tim dokter forensik dari RS Bhayangkara Polda Sumsel, yang dipimpin oleh Kompol dr Mansuri SpKF. Autopsi dilakukan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Pekik Nyaring, Desa Lubuk Empelas Kecamatan Muaraenim, Jumat (16/5) lalu.

Pelaksanaan autopsi berlangsung hampir tiga jam, dimulai pukul 14.00 WIB sampai dengan pukul 17.00 WIB. Kompol dr Mansuri, seusai melakukan autopsi  beberapa waktu lalu mengatakan, pihaknya tidak mengambil sample organ tubuh jasad Jihan untuk diperiksa di laboratorium.

Pihaknya hanya melakukan pemeriksaan terhadap kondisi jasad Jihan, termasuk organ-organ penting. Hal itu menurutnya untuk mengetahui, apa yang menjadi pemicu atau penyebab Jihan meninggal. “Tidak ada sample organ tubuh yang kita bawa, semuanya kita periksa disini,” terangnya.

Terkait hasil autopsi sendiri menurutnya, pihaknya nanti akan membuat laporan tertulis untuk diserahkan kepada penyidik Polres Muaraenim yang menangani kasus tersebut.  Kondisi jasad Jihan dan organ tubuhnya saat diautopsi menurutnya dalam kondisi busuk, sehingga tidak memerlukan pemeriksaan laboratorium. “Jadi semuanya kita catat, nanti baru kita simpulkan dari catatan-catatan yang kita buat selama pelaksanaan autopsi,” tukasnya.

 

TEKS              : SISWANTO

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster