Pemerintah Lakukan Mediasi Ulang untuk Pembebasan Lahan Musi IV

 283 total views,  2 views today

Materplan Jembatan Musi IV | Dok KS

Materplan Jembatan Musi IV | Dok KS

PALEMBANG – Proses ganti rugi lahan pembangunan Jembatan Musi IV, sampai sekarang belum mendapat kata sepakat, pasalnya warga dilokasi pembangunan jembatan masih ingin memastikan berapa besaran uang ganti rugi lahan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Perencanaan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Kota Metropolitan BBPJN III, Ahmad Taruna Jaya, segera ambil tindakan. Taruna mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel, akan melakukan mediasi kembali dengan warga setempat.

“Sebelumnya kami sudah pernah melakukan sosialisasi dengan warga sekitar, terkait dengan pembebasan lahan. Tetapi, mungkin belum menyentuh keinginan semua pihak,” kata Taruna, kemarin.

Taruna mengaku, saat ini pihaknya sudah diminta untuk menyelesaikan pembuatan detail enginering detail (DED) Jembatan Musi IV. “Sekarang DED tersebut masih dalam proses updating, sehingga pengerjaan bisa dilaksanakan tahun ini,” ucapnya.

Menurut Taruna, pihaknya juga sedang melakukan survei lokasi atau titik, yang menjadi areal proyek. Katanya, hanya sekitar puluhan rumah warga yang akan dilakukan ganti rugi. Menurutnya, pihaknya belum bisa memastikan berapa jumlah lahan dan rumah warga yang harus diganti karena rekapan data masih dalam proses. “Bukan ganti rugi, tapi ganti kerugian. Karena banyak yang menafsirkan setelah diganti justru rugi,” bebernya.

Taruna menyebutkan, sesuai dengan himbauan Gubernur Sumsel, warga di lokasi pembangunan, diminta untuk mendukung dan mengerti akan pentingnya Jembatan Musi IV. Mengingat keberadaan jembatan penghubung ini, sudah sangat mendesak.

“Kami paham dan mengerti tututan warga, mereka takut adanya pelebaran jalan sehingga merusak situs-situs budaya yang ada di dekat proyek, serta ganti kerugian yang tidak sesuai,” ujarnya.

Tetapi sambungnya, pembangunan jembatan tersebut tidak akan merusak seperti yang dikhawatirkan warga tersebut. Selain itu, lokasi proyek juga tidak akan digeser ataupun pindah ke tempat lain. “Rancangan jembatan yang dibuat itu lokasinya sudah cukup strategis,” akunya.

Taruna berharap, warga sekitaran proyek Jembatan Musi IV untuk mengindahkan himbauan gubernur agar proyek tersebut bisa dilaksanakan secepat mungkin. Ini terangnya, sebagai salah satu cara mengurai kemacetan lalu lintas di Palembang, yang dari hari ke hari kian bertambah parah.

“Kami mengharapkan situasi bisa tetap kondusif, bagi warga yang merasa dirugikan bisa bernegosiasi, sehingga ditemukan kata sepakat. Karena sudah ada bidang-bidang yang siap membantu kepengurusan ganti kerugian lahan,” tukasnya.

 

TEKS              : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster