Pelaksanaan Festival Sriwijaya Fokus ke Budaya

 293 total views,  2 views today

Ilustrasi | Dok KS

Ilustrasi | Dok KS

PALEMBANG – Pelaksanaan Festival Sriwijaya (FS) ke-22, resmi dimulai hari ini, Senin (16/6). Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumsel, memprediksi, perputaran uang dalam even ini dinilai tidak terlalu tinggi ketimbang event-event yang sebelumnya telah digelar.

Karena menurut Kepala Disperindag Sumsel, Permana, Festival Sriwijaya kali ini lebih menitikberatkan pada informasi budaya Sumsel. “Untuk bisnis dari pameran-pameran kita anggap sebagai “pemanisnya” saja. Apalagi lokasinya cukup jauh dari pusat kota. Transaksi yang terjadi selama event itu, kita prediksi paling tidak dibawah Rp 5 milyar,” kata Permana, kemarin.

Kendati demikian, ia tetap mengimbau kepada seluruh masyarakat terutama produsen yang memiliki Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), untuk tetap terlibat dan memberikan hasil yang terbaik, agar dilihat oleh masyarakat di luar Sumsel. “Pada event ini, akan melibatkan sejumlah negara. Tentunya bisa membuka jalan bagi para produsen untuk mempromosikan hasil olahan mereka,” jelasnya.

Sementara, pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel, Akhmad Najib menegaskan, diputuskannya lokasi TPKS sebagai sentral pelaksanaan Festival Sriwijaya tahun ini, banyak membawa dampak positif bagi masyarakat.  Setidaknya, tingkat kunjungan masyarakat mulai terlihat.

Pemprov Sumsel menjanjikan, pelaksanaan Festival Sriwijaya tahun ini, akan berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Kita ingin menghidupkan nuansa Kerajaan  Sriwijaya, makanya dipilih TPKS sebagai lokasi Festival Sriwijaya,” jelasnya.

Acara dipastikan akan bertambah meriah dengan adanya pembuatan replika Jembatan Ampera dan perahu pada masa Kerajaan Sriwijaya, ditambah lagi dengan kehadiran artis ibu kota.

Selain lima negara yang direncanakan akan menghadiri Festival Sriwijaya ini, sejumlah kabupaten/kota di Sumsel serta peserta luar provinsi, juga mendapatkan kesempatan untuk menampilkan seni budaya daerah masing-masing.

Banyak Konsep Dibatalkan

Sementara itu, Gubernur Sumsel, Alex Noerdin meninjau kesiapan pelaksanaan Festival Sriwijaya di TPKS.  Alhasil, Alex memutuskan tak jadi menaiki perahu yang akan melalui kanal di daerah tersebut.

Keputusan itu diambil setelah Alex mencoba secara langsung perahu, yang akan digunakan. Usai turun dari perahu tersebut, Alex terlihat sedikit kesal. Ia juga langsung memberikan keputusan tegas, untuk tidak menaiki perahu tersebut. “Kalau tak yakin, tak usah naik perahu. Lebih baik saya dan wakil menteri jalan saja,” katanya kepada panitia.

Alex juga sedikit menyoroti masalah penerangan yang ada di TPKS. “Lampu ini harus lebih terang benderang lagi, dan pastikan semua lokasi ini bersih ketika malam pelaksanaan nanti,” cetusnya.

Ketika dibincangi wartawan, ia menuturkan, apa yang sudah di skenariokan panitia sudah tergolong bagus. Namun, jika memang fasilitas belum mendukung  yang pasti jangan dipaksakan terlebih dahulu.

“Yang terpenting, inti dari cerita Kerajaan Sriwijaya bisa tercapai walau agak sedikit berbeda dari persiapan yang dilakukan. Bisa tetap menggambarkan zaman keemasan Sriwijaya dengan menggambarkan perjalanan Dapunta Hyang,” tukasnya.

 

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster