Pawai Budaya Nusantara 2014 Habiskan Rp 500 Juta

 396 total views,  2 views today

 

Salah satu pekerja melakukan tahap finishing dengan mengecat salah satu bagian kapal yang telah dihiasi beberapa bentuk ornamen seperti tugu-tugu dan jembatan ampera untuk mengikuti lomba perahu hias di Tangga Buntung, Palembang, Minggu (15/6). Lomba dalam rangka memperingati HUT Kota Palembang ke-1331 ini akan diselenggarakan 17 juni besok di sungai Musi. Foto : Bagus Kurniawan

Salah satu pekerja melakukan tahap finishing dengan mengecat salah satu bagian kapal yang telah dihiasi beberapa bentuk ornamen seperti tugu-tugu dan jembatan ampera untuk mengikuti lomba perahu hias di Tangga Buntung, Palembang, Minggu (15/6). Lomba dalam rangka memperingati HUT Kota Palembang ke-1331 ini akan diselenggarakan 17 juni besok di sungai Musi. | Foto : Bagus Kurniawan

PALEMBANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Palembang, gelontorkan uang lebih kurang Rp 500 juta, untuk penyelenggaraan Pawai Budaya Nusantara 2014 yang digelar  untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Palembang ke-1331.

Kepala Disbudpar Palembang, Yanuarpan mengatakan, pawai budaya tersebut pertama kali di gelar pemkot. Kedepannya, akan dijadikan agenda rutin tahunan. “Ini pawai budaya pertama di Palembang, tentunya banyak evaluasi yang harus dilakukan. Sehingga kedepannya pagelaran budaya ini akan lebih baik dan meriah,” kata Yanuarpan usai Pawai Budaya Nusantara di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB), Palembang, kemarin.

Yanuarpan menyebutkan, budaya Palembang sangat banyak, sehingga diperlukan adanya kegiatan seperti itu secara terus menerus. Sebutnya, dalam pawai budaya ini, tidak hanya menampilkan budaya Palembang yang diwakilkan dari 16 kecamatan saja, tetapi juga budaya luar.

“Seperti Jawa, tionghoa, dan lain sebagainya. Kami memang sengaja mengikutsertakan budaya luar. Karena penduduk Palembang banyak juga yang dari luar, sehingga mereka ikut meriahkan HUT Palembang,” sebutnya.

Yanuarpan mengaku, hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk menarik wisata ke Palembang, karena selama ini Palembang tidak ada agenda budaya maupun wisata. “Kedepan akan kami kembangkan wisata maupun budaya, sehingga nantinya Palembang mempunyai agenda bulanan, seperti kegiatan budaya, wisata dan lainnya. Sehingga wisatawan akan lebih tertarik untuk berkunjung ke Palembang,” ujarnya.

Ditanya soal berapa anggaran yang disiapkan untuk memajukan wisata Palembang, Yanuarpan menjawab, pihaknya tidak bisa memastikan angka. “Kami tidak bisa sebutkan angka untuk itu. Sementara kalau acara pawai budaya ini, pastinya dibawah angka Rp 500 juta,” bebernya.

Sementara itu, Wali Kota Palembang, Romi Herton mengatakan, Palembang merupakan daerah yang memiliki banyak budaya. Pawai budaya tersebut jelasnya, adalah bagian untuk menjaga budaya Palembang dan memajukan wisata di metropolis ke kanca nasional maupun internasional.

“Kita memiliki banyak lokasi yang bisa dijadikan wisata, sebut saja Sungai Musi. Jika kita kelola dengan baik, maka Sungai Musi ini tidak akan kalah dengan Pantai Sanur, Bali,” ungkapnya.

Sambung Romi, apabila keindahan dan wisata Palembang diketahui publik, ia meyakini Palembang akan menjadi salah satu daerah wisata Indonesia. “Kita punya semuanya, hotel banyak. Jadi bila ada wisatawan yang datang, tidak perlu takut tempat penginapan, karena hotel sangat banyak,” bebernya.

Romi menambahkan, selain wisata, Palembang juga memiliki aset wisata kuliner yang sudah dikenal baik nasional maupun internasional. “Kita memiliki berbagai macam aset daerah. Kedepannya akan kita kembangkan lagi, sehingga banyak wisatawan yang datang, karena jika Palembang dikenal dan sering dikunjungi, maka perekonomian masyarakat akan membaik,” tukasnya.

 

TEKS              : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster