Bentrokan Warga Vs TNI AU di Sukarami, Lanud Disebut Langgar HAM

 375 total views,  2 views today

 

aksi warga Kecamatan Sukarami di Pemkot Palembang beberapa waktu lalu

aksi warga Kecamatan Sukarami di Pemkot Palembang beberapa waktu lalu

PALEMBANG – Komisi Nasional Hak Azazi Manusia (Komnas HAM), menilai Pangkalan Udara (Lanud) Palembang, harus bertanggungjawab dengan bentrokan yang terjadi antara anggota TNI AU dengan warga RT 32, Kelurahan Sukodadi, Kecamatan Sukarami, Rabu (11/6) lalu yang mengakibatkan lima warga mengalami luka tembak.

Komisioner Komnas HAM, Natalius Figai menyebut, tindakan personil TNI AU yang memberondong warga dengan tembakan adalah pelanggaran HAM. “Tindakan yang dilakukan TNI AU, terhadap warga tersebut tak sepantasnya dilakuan. Itu tindakan yang melampaui batas-batas kemanusian,” kata Natalius yang dibincangi saat menyambangi Mustakim, salah satu korban penembakan oleh personil TNI AU, kemarin.

Penembakan yang dilakukan aparat negara dan perebutan lahan  antara warga dengan TNI AU tersebut sebut Natalius, akan menjadi bahan mereka untuk dibawa ke Jakarta. “Aparat pemerintah memang seringkali menyelesaikan suatu masalah, dengan menggunakan pendekatan kekuasaan,” tudingnya.

Ia menambahkan, tindakan yang dilakukan personil TNI AU terhadap warga tersebut tak dibenarkan. Apalagi alat yang digunakan yakni senjata dibeli dari uang negara, yang dikumpulkan dari pajak masyarakat.

Menurut Natalius, tindakan aparat TNI AU tersebut sudah ada niat untuk melumpuhkan. Tindakan itu jelasnya, bertentangan dengan HAM sebab masuk katagori penyiksaan. Apalagi sambungnya, penembakan yang dilakukan kepada warga tersebut, jika dilihat gambaran titik-titik tempat bekas tembakan, seperti di dari arah belakang membuktikan jika TNI AU sudah ada niat, untuk menembak.

“Kami akan meminta klarifikasi dengan Lanud Palembang. Mereka harus menghukum personilnya, yang melakuan kekerasan baik hukuman disiplin maupun pidana. Korban juga harus mendapatkan kompensasi ganti rugi,” tegasnya seraya menyebut, Komnas HAM sudah mengantongi barang bukti (BB) berupa proyektil peluru yang ditembakkan oleh anggota TNI AU ke warga.

Sementara itu, Mustakim, salah satu  korban penembakan berharap Komnas HAM bisa membantu menyelesaikan konflik tersebut sehingga tidak ada korban lagi.  “Ini bentrokan ketiga, bentrokan selalu terjadi jika terjadi penggantian Komandan Lanud Palembang,” ucapnya.

Sebagai informasi, seperti diberitakan Kabar Sumatera, Rabu (11/6), terjadi bentrokan antara warga dengan personil TNI AU dari Lanud Palembang. Berondongan senjata api (senpi), yang dilepaskan untuk menghalau puluhan warga, mengakibatkan lima warga mengalami luka tembak.

Mereka mengalami luka tembak dan bacokan sehingga harus di rawat di Rumah Sakit Mohammad Hoesain (RSMH) dan RS Bhayangkara. Di RSMH, ada empat warga yang mendapatkan perawatan.

Keempat warga tersebut yakni Nurhamid (40) mengalami luka tembak di punggung, Mustakim (37) luka di pinggang dan punggung, Narso (35) luka tembak di kening dan Muhaya (56) mengalami luka tembak di lengan kanan. Satu warga lainnya yang di rawat di RS Bhayangkara yakni Sumanto mengalami luka tembak di punggung.

 

TEKS              : SONNY KUSHARDIAN

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster