Bentor di OI Ilegal

 1,159 total views,  2 views today

Ilutrasi Becak Motor (Bentor) | Ist

Ilutrasi Becak Motor (Bentor) | Ist

INDERALAYA – Becak motor atau lebih dikenal dengan sebutan bentor, menjadi salah satu alat transportasi yang cukup populer di Kabupaten Ogan Ilir (OI). Sayangnya, sarana transportasi umum ini ternyata bentror tersebut tidak mengantongi izin dari Dinas Perhubungan (Dishub) OI.

Kepala Dishub OI, Mutarsyah menyebut di Bumi Caram Seguguk tersebut, sedikitnya ada 500 unit bentor yang hilir mudik setiap harinya. Bentor itu terang Mutarsyah, tidak pernah mendapatkan izin.

Dishub sendiri sebutnya, sejak lama telah menertibkan ratusan bentor yang lalu lalang baik diseputaran Pasar Indralaya, maupun yang kerap berlalu lalang di Jalur lintas Sumatera (Jalinsum). “Pernah sekali kita tangkap sopir bentor beserta kendaraanya. Namun, mereka berdemo menuntut untuk tetap dioperasionalkannya bentor di Kabupaten OI,” terang Mutarsyah.

Pengamatan di lapangan, bentor yang beroperasi di Kabupaten OI, tepatnya di Pasar Indralaya, umumnya didominasi oleh kendaraan berukuran besar sejenis Yamaha, Honda Mega Pro, Honda Tiger maupun kendaraan bertangki besar lainnya, yang posisi tempat penumpangnya terhubung ke sebelah kiri sepeda motor.

“Kita melihat dari sisi sistem keamanan yang digunakan oleh bentor, cenderung belum memiliki standar keamanan yang memadai. Tentu saja yang dikhawatirkan akan membahayakan keselamatan jiwa penumpang,” ujarnya.

Disinggung mengenai program apa yang akan dilakukan oleh Dishub, kedepan guna menertibkan para kendaraan bentor yang belum memiliki izin resmi ini ? menurut Mutarsyah, pihaknya akan melakukan pembelajaran terlebih dahulu, seperti melakukan studi banding ke daerah-daerah yang sudah memiliki izin resmi pengoperasian kendaraan angkutan becak motor.

“Seperti contoh di Medan, Sumatera Utara (Sumut), disana, pengoperasian bentor sudah ada izin resminya. Itu yang akan kita pelajari dari mereka. Tetapi kita tidak tahu, kapan itu akan dilaksanakan sebab sampai saat ini masih wacana,” ujarnya.

Namun kata dia, jika nanti keberadaan bentor itu di legalkan, maka Dishub akan menyediakan pelayanan khusus, berupa bengkel resmi yang hanya berfungsi untuk melayani kendaraan bentor seperti keamanan, kondisi kendaraan layak atau tidaknya beroperasi.  “Mudah-mudahan ke depan, program tersebut akan segera tereleasi. Kendati, saat ini baru sebatas wacana,” tukasnya.

 

TEKS              : JUNAEDI ABDILLAH

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster