1 Ramadhan 28 Juni, Muhammadiyah Tegaskan Netral

 238 total views,  2 views today

 

Jumpa Pers Pengurus Muhammadiyah Sumsel

Jumpa Pers Pengurus Muhammadiyah Sumsel

PALEMBANG – Muhammadiyah memutuskan 1 ramadhan bertepatan pada 28 Juni 2014. Keputusan itu, disampaikan Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Sumatera Selatan (Sumsel), kepada wartawan, kemarin.

Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PW Muhammadiyah Sumsel, HM Teguh Sobri mengatakan, dalam menetapkan tanggal 1 Qomariah dalam konsep hakiki wujudul-hilal, terlebih dahulu harus terpenuhi tiga kriteria secara kumulatif.

Yaitu pertama, sudah terjadi ijtimak (konjungsi) antara bulan dan matahari. Kedua, ijtimak terjadi sebelum terbenam matahari. Ketiga, ketika matahari terbenam bulan masih berada di atas ufuk.

“Apabila ketiga kriteria tersebut sudah terpenuhi maka dikatakanlah ‘hilal sudah wujud’ atau bulan sudah terlihat. Jadi, berdasarkan metode hisab, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menetapkan 1 ramadhan bertepatan dengan Sabtu, 28 Juni mendatang,” kata Teguh yang dibincangi di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Palembang.

Sementara itu, Ketua PW Muhammadiyah Sumsel, Prof. Romli SA mengatakan, keputusan ini sudah ditanfishkan (keputusan bersama) oleh PP Muhammadiyah. “Oleh karena itu, keputusan ini sudah disebarkan dan diberitahukan ke seluruh pimpinan-pimpinan wilayah Muhammadiyah di seluruh Indonesia. Kemudian setelah disebarkan lagi ke cabang-cabang Muhammadiyah di kabupaten/kota,” terang Romli.

Ketika disinggung kemungkinan akan adanya perbedaan antara Muhammadiyah dengan Nahdlatul Ulama (NU), dalam  hal penetapan 1 ramadhan  ini. Romli mengakui, besar kemungkinan akan terjadi perbedaan dalam penetapan awal ramadhan.

“Walaupun terjadi perbedaan, kami menghimbau untuk tetap saling menghargai dan menghormati. Dalam Islam, sebuah perbedaan itu merupakan sebuah rahmat dan sudah terjadi sejak dahulu,” tegas Romli seraya mengatakan dalam perhitungan Muhammadiyah, ramadhan tahun ini genap 30 hari.

Netral di Pilpres

Dalam kesempatan tersebut, Romli juga menegaskan sesuai keputusan tanwir Muhammadiyah di Samarinda beberapa waktu lalu bahwa, Muhammadiyah secara instansi dan organisasi menyatakan netral dalam Pemilihan Presiden (Pilpres). “Kita tegaskan netral dalam Pilpres. Tetapi, kita juga mempersilahkan para kader-kader, supaya cerdas dalam memilih pasangan capres-cawapres,” ungkapnya.

Jika ada kader yang membawa nama Muhammadiyah dalam berkampanye, untuk salah satu pasangan calon presiden (capres)-calon wakil presiden (cawapres), Romli menegaskan, Muhammadiyah akan memberikan sanksi.

 

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster