PDKS Terancam Terusir, Disbudpar Dituding tak Peduli Sejarah

 65 total views,  6 views today

Unjuk Rasa pegawai Pusat Data dan Kajian Sriwijaya (PDKS). di Kantor Gubernur

Unjuk Rasa pegawai Pusat Data dan Kajian Sriwijaya (PDKS). di Kantor Gubernur

PALEMBANG – Ada pemandangan unik di halaman Kantor Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel), Jumat (13/6). Puluhan orang bertelanjang dada dengan tubuh dilumuri cat berwarna-warni membawa sejumlah poster.

Poster yang mereka bawa tersebut, berisikan berbagai gugatan dengan ketidakadilan dan kurangnya perhatian pemerintah terhadap sejarah provinsi ini. Aksi teaterikal ini, adalah bagian dari aksi pegawai Pusat Data dan Kajian Sriwijaya (PDKS).

PDKS sendiri dibentuk oleh Wali Kota Palembang sebelumnya, Eddy Santana Putra. Tujuannya, untuk mengumpulkan data-data keberadaan Kerajaan Sriwijaya. Data-data inilah, yang diharapkan bisa menjadi bukti keberadaan kemaharajaan tersebut di Palembang sebagai ibukotanya.

“Namun Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Palembang, justru hendak mengusir kami dari Museum Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II. Padahal keberadaan PDKS, sudah mendapatkan restu untuk dilanjutan oleh Wali Kota Palembang saat ini, Romi Herton,” kata Yayan Hardiansyah, koordinator aksi.

Disbudpar hendak mengusir PDKS dari Museum SMB II, dengan alasan keberadan lembaga itu tidak produktif. Padahal sebut Yayan, PDKS menjadi bahan rujukan bagi mahasiswa maupun masyarakat yang hendak mengkaji dan mempelajari Kerajaan Sriwijaya, apalagi selama ini informasi mengenai keberadaan Kerajaan Sriwijaya sangat minim.

“Tindakan  pengusiran ini jelas menunjukkan kalau Disbudpar Kota Palembang, tidak peduli dengan sejarah dan tidak memiliki pemahaman tentang Kerajaan Sriwjaya serta kebudayaanya,” sesalnya.

“Sikap arogan Disbudpar Kota Palembang sangat tidak terpuji. Bahkan, terkadang keluar umpatan yang tidak pantas, kepada kami. Tak hanya itu, mereka juga memutuskan saluran air bersih, sehingga kami kesulitan untuk membuang air mengambil wudhu,” keluhnya.

Aksi ini terang Yayan, akan terus mereka lakukan. Bahkan Sabtu (13/6) malam, mereka akan melakukan aksi mimbar bebas di halaman Museum SMB II. “Kami juga akan melakukan aksi di Pemkot dan DPRD Kota Palembang,” tukasnya.

Sementara itu pantauan Kabar Sumatera, aksi tersebut berjalan kondusif walaupun tanpa pengawalan dari kepolisian maupun Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP). Sayangnya, sampai aksi berakhir tidak ada satu pun pejabat di lingkungan Pemprov Sumsel yang menemui mereka.

 

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster