Muzakir Kecewa, Warga Tolak Pembangunan IPAL

 266 total views,  2 views today

MUARAENIM­ – Bupati Muaraenim, H Muzakir Sai Sohar merasa kecewa dengan warga RT 3 dan 4, Kompleks Perumahan Serasan Damai (BSD), Kelurahan Air Lintang, Kecamatan Muaraenim.

Pasalnya, warga menolak keberatan pembangunan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL), yang akan dibangun di kawasan tersebut dengan dana bantuan dari Australia. Kekecewaan tersebut diungkapkan Muzakir, saat menggelar pertemuan dan dialog dengan warga yang berdomisili di kedua RT tersebut di Mesjid Istiqomah, Selasa malam lalu.

Kekecewaan orang nomor satu di Bumi Serasan Sekundang tersebut disampaikan, setelah mendengar dan mengetahui apa yang menjadi alasan penolakan warga tersebut. Apalagi dalam beberapa kesempatan, warga menuding pembangunan tersebut nantinya malah akan menyusahkan masyarakat.

“Setelah mendengar apa yang saudara-saudara sampaikan, terus terang saya kecewa. Karena pembangunan ini dilaksanakan, untuk memberi manfaat kepada saudara-saudara sendiri terutama yang berkaitan dengan kesehatan lingkungan tempat tinggal saudara-saudara,” kata Muzakir dihadapan warga Kompleks Perumahan BSD.

Bahkan, menurutnya dengan adanya penolakan warga, kemungkinan pembangunan tersebut akan gagal. Dengan demikian nama baik Kabupaten Muaraenim, yang akan jadi pertaruhan. Padahal menurutnya, pembangunan tersebut bukan hanya dilaksanakan di Muaraenim namun juga di 43 kabupaten di Indonesia.

“Sebenarnya ini kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Muaraenim, karena mendapatkan fasilitas yang akan menunjang kebersihan dan kesehatan lingkungan bagi masyarakat sendiri,” jelasnya.

Apalagi menurut Muzakir, kecurigaan warga akan adanya pembangunan proyek tersebut akan menguntungkan satu pihak, sangat tidak beralasan. Ia sebagai bupati, berani menjamin jika pembangunan tersebut tidak akan membuat kesulitan atau menyengsarakan warganya sendiri.

“Saya lebih mengerti dan paham dari pada saudara-saudara, apa yang yang menjadi keinginan saudara terutama masalah fasilitas umum saya lebih memahami dan itu selalu yang menjadi pikiran saya,” tegasnya.

Warga sendiri, setelah mendengarkan kekecewaan dan penjelasan Muzakir, akhirnya menerima pembangunan IPAL tersebut. Meski demikian, warga khususnya yang tinggal di RT 4, meminta agar dibuatkan drainase disekitar lokasi pembangunan IPAL tersebut.

Karena warga kuatir, kawasan tempat tinggalnya bakal kebanjiran saat hujan turun. Apalagi kawasan tersebut memang menjadi langganan banjir. “Kami seringkali kebanjiran, bahkan tidak tanggung-tanggung malah sampai ke leher orang dewasa, itu yang menjadi alasan kami menolak pembangunan IPAL tersebut,” jelas salah seorang warga, dalam pertemuan tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Cipta Karya (CK) Muaraenim, Ramlan Suryadi menerangkan, dana yang akan digunakan dalam pembangunan IPAL tersebut merupakan dana hibah dari Australia.

Dari 43 kabupaten yang mendapatkan jatah pembangunan tersebut, Muaraenim menjadi salah satunya. “Dana hibah tersebut sebesar Rp 1,6 miliar. Tujuan pembangunan IPAL ini, untuk memberikan pelayanan sanitasi yang baik dan sehat kepada masyarakat,” jelasnya.

Dipilihnya BSD untuk pembanguan IPAL tersebut karena kawasan tersebut sudah memenuhi  syarat, termasuk selama ini adanya keluhan warga yang sering kebanjiran saat turun hujan sehingga limbah rumah tangga menggenangi tempat tinggal mereka.

“Kami paham mengapa mereka menolak, karena selama ini mungkin mereka belum memahami secara rinci manfaat dari IPAL, dan yang kami rasa mereka terlalu khawatir saat mendengar kata limbah itu sendiri,” tukasnya.

 

TEKS              : SISWANTO

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster