Karyawan Indomaret Ditodong Senpi

 256 total views,  2 views today

Ilustrasi

Ilustrasi

EMPAT LAWANG – Apes dialami RD (22), warga Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang. Karyawan Indomaret ini, ditodong empat bandit menggunakan senjata api (senpi) dan senjata tajam (sajam).

Aksi penodongan terjadi saat korban asik nongkrong di Jembatan Musi II, Kamis (12/06) sekitar pukul 16.00 WIB. Informasi berhasil dihimpun Kabar Sumatera di lapangan, kejadian bermula, ketika korban bersama teman-temannya sedang duduk di Jembatan Musi II, sekitar pukul 16.00 WIB.

Tak lama kemudian datanglah salah seorang pelaku, berpura-pura meminta api rokok dan menanyakan tempat penjualan minuman keras (miras) di Kecamatan Tebing Tinggi. Korban dengan lugunya menjawab, tidak mengetahui tempatnya. “Tetapi saat itu, saya sudah mulai ragu kenapa nanya seperti itu kepada kami, Apa karena kami makai baju Indomaret ini,” jelas korban, kemarin.

Diakuinya, kawanan pelaku kemudian duduk berdekatan, namun tak lama kemudian salah seorang pelaku mengeluarkan senpi dan menodongkan ke kepalanya, seraya meminta uang dan handphone miliknya.

Setelah memeras uang korban  termasuk uang loker Indomaret, para pelaku langsung meminta paksa kunci motor korban. Diduga kawanan pelaku, kabur ke arah jalan poros Tebing Tinggi-Pendopo. “Kita sempat kejar pelaku, namun tidak bisa karena mereka ngebut,” urainya.

Kapolres Empat lawang, AKBP M Ridwan melalui Kasatreskrim, AKP Nanang Supriyatna ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. “Mendapat laporan, anggota kita langsung mengejar dan berkoordinasi dengan Polsek Kikim. Namun usaha yang kita lakukan masih nihil,” jelas Nanang.

Lanjut Nanang, hingga saat ini pihaknya masih melakukan pengejaran. Sebagian anggota disebar tak hanya ke Kikim, namun juga ada yang mengarah ke Kecamatan Talang Padang dan Pendopo.

Nanang juga mengingatkan kepada masyarakat, untuk waspada di tempat-tempat yang masih sepi rumah penduduk, sebab daerah tersebut ketika ada kesempatan pelaku melaksanakan aksinya. “Kalau dibilang rawan jembatan kuning itu tidak, sebab per satu bulan kejadiannya, Nah masyarakat harus hati-hati juga,” tukasnya.

 

TEKS              : SAUKANI

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster