Jumlah TPS Pilpres OKI Berkurang 506

 516 total views,  2 views today

Daftar Pemilih Tetap (DPT)

Daftar Pemilih Tetap (DPT)

KAYUAGUNG – Jumlah tempat pemungutan suara (TPS) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), pada pelaksanaan pemilihan presiden dan wakil presiden 9 Juli mendatang, berkurang sebanyak 506 TPS dibandingkan jumlah TPS saat pemilihan legislatif (pileg) 9 April yang lalu.

Menurut Ketua KPUD OKI, Dedi Irawan, Jumat (13/6),   setelah dievaluasi  jumlah TPS pada pilpres nanti akan berkurang sebanyak 506 TPS.

”Jumlah TPS pada saat Pileg april kemarin sebanyak 1.835  TPS, setelah di evaluasi sebanyak KPU OKI menetapkan sebanyak 1.329 tempat, karena sesuai aturan pilpres, setiap TPS maksimal mata pemilihnya sebanyak 800 Daftar Mata Pilih (DPT), dari jumlah DPT OKI sebanyak 556.137 pemilih,” kata Dedi.

Sementara pada saat Pileg kemarin, banyak jumlah DPT di setiap TPS kurang dari 800 DPT.” Memang saat Pileg jumlah DPT di TPS hanya sedikit berkisar antara 500-600 DPT, karena untuk menghindari penggelembungan suara, begitu juga penghitungan suara saat Pileg  sangat rumit, sementara penghitungan perolehan suara pada Pilpres lebih mudah dan ringkas,”jelasnya.

Dengan ditambahnya jumlah DPT di setiap TPS maksimal 800 DPT, kata Dedi, maka jumlah TPS dikurangi. Dengan berkurangnya TPS ini,  KPU juga mengevaluasi  KPPS  di setiap Desa.”Jadi perampingan jumlah TPS itu tentu melihat letak geografis Desa dan tingkat partisipasi pemilih di tempat yang akan didirikannya TPS,” ungkapnya.

Sementara itu Komisioner KPU OKI Idham Kholik, bahwa ketentuan perampingan jumlah TPS ini merupakan Instruksi KPU Pusat yang harus dilaksanakan, oleh masing-masing penyelenggara pemilu di tingkat kabupaten/kota. Sehingga, KPU OKI sudah melakukan pendataan dan pemetaan pemilih, terkait daerah mana saja yang harus dikurangi jumlah TPS nya.

“Sebelum menetapkan jumlah TPS kita.  sudah melakukan pemetaan daerah mana saja yang bakal mengalami pengurangan TPS. Pengurangan TPS lebih banyak terjadi di daerah yang berpenduduk padat,” katanya.

Sementara itu ketua  Panita Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten OKI, M Fahrudin, pihaknya sebelumnya sudah  merekomendasikan pengurangan Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada saat pemilihan umum presiden mendatang. Selain itu, Panwaslu  juga merekomendasikan agar KPU  mengevaluasi kinerja Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS).

Pengurangan TPS yang dimaksud perlu dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas pelaksana pemilihan umum presiden dan wakil presiden tahun 2014, dan itu pula juga diatur dalam undang-undang nomor 42 tahun 2008.

“Menurut UU No 42 tahun 2008 tentang pemilihan presiden dan wakil presiden, 1 TPS boleh sampai 800 orang pemilih, dan itu ada pada pasal 113 ayat 1,” kata Fahrudin.

Fahrudin menilai untuk Kabupaten OKI  tidak semua Desa  bisa dilakukan pengurangan TPS, ada beberapa tempat yang bisa dilakukan pengurangan TPS contohnya di wilayah yang penduduknya padat.

“Ada beberapa desa  yang bisa dikurangi TPS pada saat Pilpres nanti. Untuk itu kita telah mengirimkan surat rekomendasi itu ke KPU pertengahan Mei lalu,” tambahnya lagi.

Selain merekomendasikan pengurangan TPS pada Pilpres nanti, Panwaslu  juga merekomendasikan agar KPU mengevaluasi kinerja KPPS yang dinilai tidak maksimal pada Pileg kemarin.

“Kita juga merekomendasikan agar KPU mengevaluasi KPPS terutama menyangkut partisipasi pemilihannya kurang dari 50 persen pada Pileg lalu.

 

TEKS   : DONI AFRIANSYAH

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster