Indeks Persepsi Korupsi Tinggi, Daya Saing Investasi Sumsel Lemah

 278 total views,  2 views today

Grafik Investasi

Grafik Investasi

PALEMBANG – Tim Peneliti Asia Competitiveness Institute dari National University of Singapore menyebut, dari hasil penelitian mereka lakukan, daya saing Sumatera Selatan (Sumsel), dalam berinvestasi masih sangat lemah.

Tak hanya itu, dari 33 provinsi yang ada di Indonesia, Sumsel justru berada di peringkat 17, setelah sebelumnya berada di posisi 12 untuk daerah yang menjadi bidikan investor pada tahun ini.

Peneliti Asia Competitiveness Institute, Rizky Novrianto menegaskan, penyebab utama lemahnya tingkat kompetisi Sumsel dalam daya saing investasi secara nasional ini, lantaran tingginya angka Indeks Persepsi Korupsi (IPK) yang terjadi.

“Contohnya saja, banyaknya aksi unjuk rasa yang dilakukan sejumlah tenaga kerja serta persepsi korupsi yang menyumbang hingga 20 persen. Faktor penilaian itulah, yang menyebabkan lemahnya kemampuan daerah untuk menarik investor masuk ke Sumsel,” kata Rizky yang dibincangi usai memaparkan hasil penelitian mereka di Pemprov Sumsel, Jumat (13/6).

Kendati demikian, jika merujuk pada hasil survei yang dilakukannnya, stabilitas ekonomi makro Sumsel justru mengalami peningkatan yang cukup signifikan. “Angka persisnya saya belum bisa berikan. Hanya saja, dari sisi perencanaan, visi pemerintah dan politik finansial justru mengalami penurunan,” kata dia.

Terkait tingginya persepsi korupsi sendiri, lanjutnya, persentase tersebut didapat dari indikator survei yang didapat pihaknya dari Transpancy International, lembaga internasional yang fokus mengkaji indeks korupsi dan transparansi. “Hasilnya, Sumsel untuk masalah IPK nya termasuk dalam 20 persen indikator yang yang terlemah untuk daya saing,” tegas Rizky.

Menurutnya, agar daya saing investasi ini meningkat, pihaknya memberikan solusi agar Sumsel juga fokus terhadap pembangunan infrastruktur non fisik. “Kita akui jika Sumsel saat ini sangat gencar membangun infrastruktur fisik. Hampir di seluruh wilayah Palembang, sebagai ibu kota terlihat bangunan baru. Ini bukti, jika ekonomi Sumsel kian menggeliat. Cukup mendukung sebagai daerah yang bisa membawa atmosfer perekonomian di tingkat nasional, bahkan dunia nantinya,” papar dia.

Meski demikian lanjutnya, fokus terhadap penegakan hukum serta lebih menggiatkan pemberantasan korupsi, dinilai berperan penting untuk memberikan kepercayaan terhadap investor berminat untuk berinvestasi di Sumsel. “Intinya, jangan hanya sosialisasi, melainkan dilakukan dengan tindakan nyata,” imbuhnya.

Sementara itu Asisten III Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Sumsel, Akhmad Najib menilai jika hasil penelitian ini, cukup penting mengingat Sumsel saat ini tengah membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Tanjung Api-Api (TAA).

“Tentunya, hasil penelitian ini akan kita akomodir untuk menjadi bahan diskusi dengan instansi terkait seperti Bappeda, Dinas Pertambangan dan Energi serta pihak yang terkait dengan bidang ekonomi,” tukasnya.

 

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster