Banyak Sampah Plastik, Suplay Air PDAM Tirta Ogan Terganggu

 321 total views,  2 views today

 

INDERALAYA – Banyaknya tumpukan sampah plastik yang berada di Sungai Kelekar, Kecamatan Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir (OI), menyebabkan suplay  air di tiga kecamatan yakni Kecamatan Inderalaya Induk, Utara dan Selatan oleh PDAM Tirta Ogan terganggu.

Masyarakatpun diharapkan tidak membuang sampah sembarangan terlebih lagi ke dalam sungai.

Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Ogan, Zulkifli, Jumat (13/6) kemarin mengatakan, banyak masyarakat kurang sadar akan kebersihan lingkungan bahkan kerap kali masyarakat yang tinggal di bantaran sungai membuang sampah sembarangan.

“Akibatnya, selain mencemari sungai juga membuat gangguan distribusi air bersih ke saluran pipa konsumen oleh PDAM Tirta Ogan terganggu. Banyak sampah plastik yang mencemari sungai,” tuturnya.

Ia menambahkan, banyaknya sampah menyebabkan mesin penyedot air tersangkut limbah plastik dan mengakibatkan mesin menjadi rusak.

“Otomatis  aliran air jadi terhenti. Pelanggan banyak yang menghubungi karena air mati. Kita imbau dan harapkan agar masyarakat bijak tidak membuang sampah di sungai demi hidup sehat,” ungkapnya.

Tak hanya itu, lanjut Zulkarnain, sampah juga bisa menjadi polutan (sumber polusi)  bila kadarnya melebihi batas norma. Adanya polutan dalam jumlah yang berlebihan menyebabkan lingkungan tidak dapat mengadakan pembersihan sendiri  atau regenerasi. Oleh karena itu, polusi terhadap lingkungan perlu dideteksi secara dini dan ditangani segera dan terpadu.

“Polusi Air adalah peristiwa masuknya zat, energi, unsur atau komponen lainnya ke dalam air sehingga kualitas air terganggu. Kualitas air terganggu ditandai dengan perubahan bau, rasa dan warna. Inikan juga tidak sehat bila digunakan untuk MCK dan kebutuhan minum serta memasak. Kita ingin kualitas air terjaga sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat optimal,” katanya.
Terpisah, Akim, pelanggan PDAM, warga Perumahan Persada mengatakan sejak, tiga hari lalu air PDAM mati. Akibatnya ia tidak beraktivitas.

“Saya sampai pesan air tanki buat masak, nyuci MCK tidak ada. Soalnya tiga hari mati. Tapi alhamdulillah ini sudah hidup. Kita bersyukur PDAM Tirta Ogan cepat bertindak,” katanya.

 

Teks : Junaedi Abdillah

EDITOR: SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster