Warga Tuntut Ganti Rugi dari PTPN VII

 279 total views,  2 views today

Ribuan warga Desa Sugih Waras, Kecamatan Rambang, Kabupaten Muaraenim yang tergabung dalam Forum Masyarakat Sugih Waras Rambang Bersatu(FMRB), Kamis (12/6), menggelar aksi di Kantor Pemkab Muaraenim. Mereka sempat membakar ban bekas dan memblokir jalan. Aksi itu dilakuan mereka untuk menuntut PTPN VII membayar ganti atas lahan milik warga yang dikuasai perusahaan tersebut. Foto : Siswanto

Ribuan warga Desa Sugih Waras, Kecamatan Rambang, Kabupaten Muaraenim yang tergabung dalam Forum Masyarakat Sugih Waras Rambang Bersatu(FMRB), Kamis (12/6/2014), menggelar aksi di Kantor Pemkab Muaraenim. |  Foto : Siswanto

MUARA ENIM – Sekitar 2000 masyarakat Desa Sugih Waras, Kecamatan Rambang, Kabupaten Muaraenim yang menamakan Forum Masyarakat Sugih Waras Rambang Bersatu (FMRB), Kamis (10/6), mendatangi kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muaraenim.

Pantauan Kabar Sumatera, ratusan warga tersebut datang dengan menggunakan sejumlah kendaraan. Mereka kemudian melakukan aksi, bahkan sempat memblokade jalan dan membakar ban bekas di jalan depan kantor Pemkab Muaraenim. Akibatnya, kemacetan sempat terjadi. Kepolisian Resort (Polres) Muaraenim, sempat menutup jalan tersebut dan mengalihkan arus lalu lintas.

“Kami datang kesini, Bupati Muaraenim menekan PTPN VII agar membayar ganti rugi atas lahan milik warga yang sudah dikuasai oleh perusahaan tersebut selama 30 tahun. Saat ini lahan-lahan warga itu, dijadikan PTPN VII sebagai perkebunan kelapa sawit,” kata Junial Komar, Ketua FMRB, kemarin.

Junial menyebut, berdasarkan surat pernyataan dan perjanjian pada tanggal 1 Maret 1984, ditetapkan bahwa lahan tanah milik masyarakat Desa Sugih Waras seluas 5000 hektar dipergunakan hanya untuk perkebunan kelapa sawit.

Namun, lahan tersebut telah dibuatkan sertifikat hak milik oleh PTPN VII tanpa persetujuan masyarakat Desa Sugih Waras. Karenanya terang Junial, perusahaan perkebunan plat merah itu harus mengembalikan tanah yang dikuasainya kepada warga, atau membayar ganti rugi. “Kami minta PTPN VII mengembalikan lahan seluas 5000 hektar, milik 2.530 warga Desa Sugih Waras. Atau membayar ganti rugi Rp 35 juta per hektarnya,” tegas Junial.

Setelah melakukan orasi cukup lama, sejumlah perwakilan warga ditemukan dengan manajemen PTPN VII Distrik Muaraenim yang di fasilitasi Pemkab Muaraenim. Pertemuan tersebut menurut Manajer PTPN VII Distrik Muaraenim, Robert Simanjuntak, menghasilkan sejumlah kesepakatan.

“Dari pertemuan tadi, ada sejumlah kesepakatan. Diantaranya, untuk lahan seluas 5000 hektar yang dituntut, akan diteliti keabsahannya. Pada 14-15 Juli mendatang, akan kembali digelar pertemuan lanjutan yang menghadirkan Direksi PTPN VII,” terang Robert seraya menyebut,  tuntutan warga itu akan disampaikan ke Direksi PTPN VII di Lampung.

Terpisah, Sekda Muaraenim, H Taufik Rahman berharap konflik lahan antara warga Desa Sugih Waras dengan PTPN VII tersebut dapat diselesaikan dengan jalan musyawarah mufakat, bukan dengan kekerasan.

“Alhamdulillah pertemuan yang kita fasilitasi telah mencapai kesepakatan. Kita tidak menginginkan penyelesaian masalah ini, dengan anarkis dan kekerasan. Kita berharap masyarakat dapat menahan diri dan tidak terpancing emosi,” harap Taufik.

 

TEKS              : SISWANTO

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster