Polres Pagaralam Siapkan ‘Nobar’ Piala Dunia

 295 total views,  2 views today

piala-dunia

PAGARALAM – Pada Piala Dunia di Brasil, sejumlah warga di Bumi Besemah ini mulai bersiap untuk menyaksikan even besar tersebut. Meningat di Pagaralam sendiri belum ada siaran yang menggunakan antena UHF yang dapat menangkap siaran televise nasional, maka masyarakat harus kreatif mencari cara lain untuk dapat menikmati siaran Piala Dunia tersebut.

Menyikapi hal itu, Kapolres Pagaralam AKBP Saut P Sinaga SIK MSi,  kemarin (12/6) mengatakan,  pihak Polres akan menyelenggarakan nonton bareng (Nobar) piala dunia yang akan dipusatkan di Polsek Pagaralam Utara.

“Ya, kami akan menyiapkan layar lebar, sehingga masyarakat dapat menikmati bersama-sama  turnamen empat tahunan sekali itu,” kata Saut.

Untuk menangkap siaran bola lanjutnya,  pihak Polres akan mempersiapkan perangkat yang diperlukan agar even besar tersebut dapat dinikmati bersama-sama. Mengingat keberadaan  digital parabola biasa yang dipergunakan sehari-hari oleh masyarakat Pagaralam akan diacak dan tidak bisa dinikmati.

“Jika tidak ada aral melintang, besok kita sudah bisa nonton pembukaan dan pertandingan perdana piala dunia,” sambungnya.

Sementara itu, Lukman warga Beringin Jaya mengatakan, bagi masyarakat pencinta sepak bola begitu menyambut gembira adanya rencana nonton bareng tersebut karena sebelumnya agak pesimistis bisa nonton.

“Saat ini untuk membeli receiver khusus harganya cukup tinggi atau mahal. Sementara kalau pakai receiver biasa siaran bolanya diacak,” terangnya.

Hatta, warga lainnya mengaku penggemar berat bola mengaku pisimis bias nonton piala dunia. Sebelumnya ia punya rencana akan pergi ke Palembang atau Bengkulu untuk bisa nonton. Namun, setelah mendengar adanya beberapa lokasi yang bisa dipakai nonton piala dunia bareng, ia memutuskan tinggal di Pagaralam saja. “Semoga saja bias nonton bareng hingga ke final diadakannya,” harapnya.

Pantauan di sejumlah tempat di Pagaralam, warga menyiasati diacaknya siaran bola di televisi selain dengan membeli receiver khusus, juga ada yang mencari satelit luar yang menyiarkan bola.

“Sejumlah stasiun televisi yang ada rata-rata  diacak juga siarannya. Namun, ada saja negara yang tidak mengacak siaran bola, sehingga satelitnya kita arahkan ke sana walaupun cukup lumayan susah mencarinya, ” kata Sugeng, salah seorang teknisi pemasang digital parabola yang banyak dipakai jasanya menjelang piala dunia ini.

Selain itu, ada pula warga secara swadaya melakukan  sumbangan untuk membeli receiver khusus itu. Mereka bisa menonton bersama-sama di halaman rumah salah seorang warga. “Setiap piala dunia kami selalu sumbangan. Sayang sekali kontrak receiver seperti piala dunia  Afrika Selatan lalu cuma sekali piala dunia saja seperti receiver biasa fungsinya,” kata Ibrahim warga Griya Bangun Sejatera seraya berharap agar pemerintah dapat memperhatikan hal-hal seperti ini, bagaimana sepakbola kita bisa maju, kalau untuk nonton bola saja siarannya sudah diacak.

 

TEKS   : ANTONI STEFEN

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster