Pemkab Empat Lawang Diminta Optimalkan Lahan Kosong

 207 total views,  2 views today

 

Staf Khusus Gubernur Sumsel Bidang Perubahan Iklim, H Najib Asmani, saat melakukan paparan program inisiatip atau ekorigian lintas sektor di Pemkab Empat Lawang, Kamis (12/6). Foto: Saukani

Staf Khusus Gubernur Sumsel Bidang Perubahan Iklim, H Najib Asmani, saat melakukan paparan program inisiatip atau ekorigian lintas sektor di Pemkab Empat Lawang, Kamis (12/6). Foto: Saukani

EMPAT LAWANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) menginginkan Kabupaten Empat Lawang, sebagai salah satu kabupaten yang menjadi penyuplai beras dan tanaman pangan lainnya, agar Sumsel menjadi lumbung pangan nasional.

Peluang ini menurut Staf Khusus Gubernur Sumsel Bidang Perubahan Iklim, H Najib Asmani, sangat terbuka. Sebab Kabupaten Empat Lawang, memiliki  banyak lahan kosong yang bisa dikembangkan untuk lahan pertanian maupun perkebunan.

“Berdasarkan data yang kita miliki, Kabupaten Empat Lawang pada 2013 lalu mampu menyetok padi sebesar 120 ribu ton. Produksi padi di Empat Lawang ini, bisa bertambah mengingat banyak lahan kosong yang belum termanfaatkan. Karenanya lahan kosong tersebut, harus dioptimalkan,” kata Najib.

“Kita merencanakan pengembangan pedesaaan terpadu berkelanjutan berbasis pertanian dan kehutanan, melalui pemberdayaan pemuda putus sekolah di Empat Lawang,” sambung Najib pada paparan program inisiatip atau ekorigian lintas sektor, Kamis (12/6).

Program inisiatif atau ekorigian ini dilakukan, agar tidak ada ego kewilayahan di setiap daerah. Selain itu, pemprov berharap peran BUMN dan swasta, di setiap wilayah.  Najib menyebut, beberapa tahun terakhir Sumsel mampu surplus beras. Namun angka surplus Sumsel tersebut jelasnya, masih dibawa angka nasional.

Melalui program tersebut terang Najib, diharapkan produksi padi di Sumsel bisa terus digenjot. “Untuk meningkatkan produksi padi Sumsel ini, hasil survei yang dilakukan tim provinsi ternyata terkendala dengan produktifitas pangan terutama padi dan kesuburan lahan yang menurun,” ucapnya.

Selain itu sambungnya, alih fungsi lahan dari tanaman padi menjadi perkebunan yang marak juga menjadi kendala.  Selain itu, banyak juga pemuda putus sekolah tanpa keterampilan dan menjadi pengangguran menjadi persoalan yang harus diatasi.

Karenanya tegas Najib, agar surplus pangan ini terjaga bahkan bisa ditingkatkan maka pemprov membuat sekolah percontohan pertanian, yang memperdayakan anak-anak yang putus sekolah.  “Di Empat Lawang, ada 50 hektar lahan yang kita garap untuk pengembangan sektor pertanian,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, Peternakan dan Ketahanan Pangan (DP3 KP) Kabupaten Empat Lawang, Rudianto  mengungkapkan, pihaknya mendukung program pemprov tersebut.

Untuk pelaksanaan program ini, DP3KP telah memetahkan komoditi daerah untuk dikembangkan. “Ada dua daerah dijadikan percotohan, yakni Desa Babatan Lintang Kanan dan Gunung Meraksa, Pendopo,” tukasnya.

 

TEKS              : SAUKANI

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster