SFC Tertahan di Kandang

 261 total views,  2 views today

Striker Sriwijaya FC Lancine Kone tampak di ganggu salah satu pemain belakang Semen padang saat ingin melesakkan tendangan dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) wilayah Barat di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, Rabu (11/6). Laga berkesudahan seri 1-1. Foto : Iwan Cheristian/KS

Striker Sriwijaya FC Lancine Kone tampak di ganggu salah satu pemain belakang Semen padang saat ingin melesakkan tendangan dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) wilayah Barat di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, Rabu (11/6/2014).  Foto : Iwan Cheristian/KS

PALEMBANG – Sriwijaya FC gagal melanjutkan trend positifnya. Rabu (11/6), tertahan di kandang saat menjamu Semen Padang dengan skor 1-1 dalam laga lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2014di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang.

Gol semata wayang tuan rumah diciptakan Lancine Kone, melalui kotak penalti pada menit 18. Sementara gol balasan Semen Padang, dilesakkan Septia Hadi di menit 42 melalui set piece.

Hasil ini tak merubah peringkat Laskar Wong Kito di posisi lima klasemen sementara wilayah barat, dengan raihan poin 23 dari 15 laga. Begitu pula tim Kabau Sirah, masih bercokol di peringkat kedua dengan poin 30 dari 16 laga yang telah dilakoni.

Dalam pertandingan kemarin, tuan rumah mencoba mengendalikan permainan. Kick off dibunyikan, serangan demi serangan untuk membuat gol cepat coba diterapkan oleh Lancine Kone, dkk.

Strategi ini, cukup berhasil. Dua peluang emas melalui set piece, di dapatan pada menit ke 3 dan 5. Hanya saja,  Frank Ongfiang  sebagai eksekutor belum bisa membuat gawang Semen Padang, kebobolan. Bola pertama hanya menyentuh sudut tiang gawang, sedangkan tendangan kedua jauh dari sasaran.

Mendapat tekanan dari tuan rumah, Semen Padang mulai memberikan perlawanan berarti. Pada menit 15, gawang Sriwijaya FC, hampir saja kebobolan jika tidak dihalau Hafit Ibrahim. Tendangan first time  Esteban Vizcarraa  menyambut umpan crossing dari sayap kanan, sudah tidak bisa diantisipasi oleh kiper Fauzi Toldo.

Kejutan Semen Padang tersebut, melecut semangat anak asuhan Subangkit. Dua menit berselang, Lancine Kone, memecah kebuntuan melalui titik putih. Hadiah penalti ini diberikan, menyusul bek Semen Padang, Saepuloh Maulana melakukan hand ball di area terlarang.  Skor pun berubah menjadi 1-0 untuk kemenangan sementara tuan rumah.

Namun, keunggulan tuan rumah ternyata tak sampai hingga waktu turun minum. Karena Semen Padang, mampu menyamakan kedudukan. Gol balasan terjadi pada menit 42 melalui tendangan bebas Septia Hadi, hadiah pelanggaran yang dilakukan Jecky Arisandi terhadap Osas Saha pada menit 41. Kedudukan imbang 1-1 hingga turun minum.

Dibabak kedua, pertarungan sengit terlihat jelas dari kedua tim yang menunjukkan permainan jual beli serangan.  Kendati tuan rumah terlihat dominan dalam penguasaan bola dan menciptakan banyak peluang, namun Asri Akbar, dkk belum juga memberi tambahan gol.

Berbagai peluang tuan rumah itu diciptakan dari kerjasama Ongfiang, Kone dan Asri Akbar di menit 56. Sayangnya, Asri yang diharapkan bisa menyelesaikannya menjadi gol, kalah cepat dalam rebutan bola dengan kiper Fakhrurrozi, karena umpan Kone lebih dekat kepada Fakhrurrozi.

Beberapa kali peluang terus didapat Laskar Wong Kito dipertengahan babak kedua, namun selalu bisa dimentahkan pertahanan Semen Padang. Justru SFC terlihat kalah dalam permainan di lini tengah, sehingga Semen Padang pun mencoba melancarkan serangan lewat pemain tengahnya. Semen Padang pun tampaknya belum juga mampu menembus pertahanan SFC yang dikomandoi Abdoulaye Maiga.

Demi menambah serangan, kedua tim memasukkan beberapa pemain depan untuk menggantikan pemain yang sudah kelelahan. Seperti SFC memasukkan Siswanto untuk mengganti Hafit dan Semen Padang menarik Nur Iskandar, digantikan Airlangga Sucipto.

Namun demikian, skor pun tidak mengalami perubahan  hingga peluit tanda berakhirnya pertandingan ditiupkan wasit Prasetyo Hadi. Usai pertandingan, pelatih SFC Subangkit menyampaikan ketidakpuasannya atas hasil yang diraih anak asuhnya.

Bagaimana tidak, hasil imbang ini membuat timnya harus lebih kerja keras lagi disisa lima pertandingan untuk bisa masuk keempat besar. “Dari segi hasil, jelas hasil imbang ini tidak bagus. Untuk masuk empat besar, kita harus memaksimalkan sisa lima pertandingan nanti,” kata Subangkit.

Kendati demikian, pelatih asal Pasuruan ini tetap mengapresiasi kinerja anak didiknya yang sudah berjuang maksimal. “Anak-anak sudah bermain maksimal. Pada babak pertama presuer anak-anak sangat baik. Kemudian dibabak kedua juga permainan semakin meningkat. Buktinya peluang banyak kita dapat. Tapi itu tadi, belum dapat dimaksimalkan jadi gol,” ujarnya.

Sementara itu, pelatih Semen Padang, Jafri Sastra bersyukur atas raihan satu poin di kandang SFC. “Syukurlah, sesuai target, kita dapat poin disini. Terima kasih buat anak-anak bisa menahan imbang SFC,” ujar Jafri.

Dengan  hasil ini, Jafri meyakini timnya  bisa lolos empat besar, apalagi setelah ini akan melakoni tiga laga kandang. “Tapi kita tetap butuh kerja keras, untuk menambah angka disisa pertandingan nanti,” tukasnya.

 

TEKS              : IQBAL (MG)

EDITOR          : DICKY WAHYUDI  

 

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster