Oknum TNI Bekingi 30 Ton Minyak Curian

 269 total views,  2 views today

Ilustrasi | Ist

Ilustrasi | Ist

PALEMBANG, KS – Kepolisian Air dan Udara (Polairud) Polda Sumatera Selatan (Sumsel), berhasil mengagalkan minyak hasil ilegal taping, di daerah perairan Sungai angit, Desa Sebokor, Kecamatan Muara Padang, Kabupaten Banyuasin. Senin (7/6) sekitar pukul 09.30 WIB, dua oknum TNI berhasil diamankan, beserta lima tersangka lainya.

Kasubdit Gakkum Ditpolair Polda Sumsel, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Denny Haryadi mengatakan, penangkapan tersebut berdasarkan informasi yang didapat dari warga, mengenai adanya kegiatan ilegal taping dikawasan perairan, Sungai Angit persis di pelahubna PT Indoli.

Setelah melakukan penyelidikan, Satpol Air Polda Sumsel, langsung melakukan pengepungan terhadap sejumlah oknum, yang sedang melakukan transaksi.

“Begitu kita tangkap ada oknum TNI pake kaos loreng celana loreng yang melakukan perlawanan. Namun tidak sempat lama, kami langsung melakukan kordinasi dengan Denpom II Sriwijaya untuk menangkap kedua tersangka bersama tersangka lainya, mereka terlibat transaksi ilegal taping, dan dua oknum tersebut selaku pengawal mereka,” ujar Deny.

Dari penangkapan tersebut petugas menyita barang bukti 30 ton minyak mentah yang diduga ilegal, yang berhasil diamankan Dit Polair Polda Sumsel di Pelahuban PT Indoli Desa Muara Padang Muara Padang Senin.

Dari penggerebekan itu, petugas mendapati dua anggota TNI AD yang diduga mengawal proses bongkar muat minyak ilegal tersebut.

Saat digerebek, kedua anggota TNI AD yang diketahui bernama Kopda Nano dan Kopda Endat Saipul masih mengenakan seragam dinas.

Anggota Kesatuan Yonif 320 Badak Putih Serang Banten itu kini diamankan di Denpom II Sriwijaya. Keduanya masih diperiksa secara itensif dan belum bisa dijumpai secara lansung.

Selain kedua oknum TNI AD, Dit Polair Polda Sumsel juga menyita dua truk yang masing-masing bermuatan delapan ton minyak mentah. Satu truk lainya juga berhasil diamankan dan kini sudah berada di Denpom II Sriwijaya. Truk ini juga memuat delapan ton minyak mentah.

Selain ketiga truk yang bermuatan delapan ton, aparat juga mengamankan minyak mentah yang sudah berada di speedboat yang jumlahnya sekitar 12 ton. Minyak mentah itu diletakkan di dalam tedmond, drum, dan kotak semacam peti.

Dikatakan Deny, bahwa 30 ton minyak mentah ilegal ini akan dibawa ke kawasan Jalur Banyuasin. Adapun pemesannya adalah Slamet (32), sopir tongkang yang berhasil diamankan. Minyak mentah ilegal ini dipesan dari Sungai Angit .

“Dari keterangan Slamet yang sudah kita ambil, minyak mentah ini ia yang mesan dan selanjutnya disebar ke kawasan Jalur. Minyak mentah diangkut melalui tongkang yang dikendarai Slamet setelah sebelumnya diantar memakai truk,” kata Denny, Rabu (11/6).

Masih kata Denny, Slametlah yang memodali aksi bongkar muat minyak mentah ilegal ini. Ketiga sopir truk yang diamankan, yakni David Arwas (42), Oman Apriadi (43), dan Muhamad dibayar oleh Slamet. Namun, belum diketahui apakah Slamet juga yang memodali kedua anggota TNI AD yang tertangkap tangan terlibat aksi ini.

Dilanjutkan Denny, pihaknya masih mendalami siapa pemilik minyak mentah ilegal dan pemesannya ini. Menurut penuturan Slamet, Slamet memodali aksi bongkar muat minyak mentah ilegal ini bersama temannya berinisial O (DPO) yang masih buron.

“Untuk dua anggota TNI, kita kordinasi dengan Denpom II Sriwijaya. Jadi, keduanya tidak diperiksa di Dit Polair Polda Sumsel,” kata Denny.

Terpisah, Mayor CPM Rori Ahmad Sembiring mengatakan memang ada dua anggota TNI AD yang diamankan oleh Dit Polair Polda Sumsel. Kini, kedua anggota itu sudah diamankan di Denpom II Sriwijaya untuk diperiksa lebih lanjut.

“Keduanya bukan pemilik atau pembeli. Dari pemeriksaan yang kita lakukan, keduanya hanya bertugas sebagai pengwal dari proses bongkar muat yang dilakukan para pelaku,” kata Rori.

Dilanjutkan Rori, pihaknya masih akan menelusuri kalau-kalau ada anggota lain yang terlibat. Apapun perannya, akan diproses sesuai hukum yang berlaku jika memang terbukti bersalah.

 

Teks : Oscar Ryzal

Editor : Junaidi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster