Konflik Lahan Warga Sukodadi Vs Lanud, TNI AU Berondong Tembakan

 230 total views,  2 views today

aksi warga Kecamatan Sukarami di Pemkot Palembang beberapa waktu lalu

aksi warga Kecamatan Sukarami di Pemkot Palembang beberapa waktu lalu

PALEMBANG – Arogansi kembali ditunjukkan aparatur negara. Rabu (11/6), menjadi hari yang berdarah bagi warga RT 32, Kelurahan Sukodadi, Kecamatan Sukarami, Palembang. Berondongan senjata api (senpi), menghalau puluhan warga.

Akibatnya, lima warga tumbang. Mereka mengalami luka tembak dan bacokan sehingga harus di rawat di Rumah Sakit Mohammad Hoesain (RSMH) dan RS Bhayangkara. Di RSMH, ada empat warga yang mendapatkan perawatan.

Keempat warga tersebut yakni Nurhamid (40) mengalami luka tembak di punggung, Mustakim (37) luka di pinggang dan punggung, Narso (35) luka tembak di kening dan Muhaya (56) mengalami luka tembak di lengan kanan. Satu warga lainnya yang di rawat di RS Bhayangkara yakni Sumanto mengalami luka tembak di punggung.

Kepala Instalasi Hubungan Masyarakat, RSMH Palembang, Emma Huzaima yang dibincangi, membenarkan ada empat korban yang mendapatkan perawatan. “Mereka masih mendapatkan penangan dari dokter, satu korban yang mengalami luka parah atas nama Nurhamid. Nurhamid, harus menjalani operasi untuk mengeluarkan proyektil peluru yang bersarang di dadanya,” terangnya.

Sementara itu informasi yang dihimpun Kabar Sumatera, bentrokan tersebut berawal sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu menurut Sumidi (45), salah satu saksi mata dibincangi di RSMH Palembang menyebut, ia yang berada di kebun didatangi puluhan pria berpakaian tentara menggunakan truk.  Mereka jelas Sumidi, langsung merusak tanaman miliknya. “Saya langsung mendatangi mereka dan bertanya, ada apa pak. Namun saya malah dipegangi dua orang,” terangnya.

Sumidi berhasil bebas, dan langsung berlari menyelamatkan diri ke rumah Ketua RT 32, Mustakim. Tak lama kemudian, ia bersama Ketua RT 32 dan warga lainnya mendatangi kebun miliknya.

Saat itu sebut Sumidi, puluhan orang yang mengenakan seragam loreng-loreng tersebut mencabuti dan merusak tanaman yang ada di kebunnya dan di kebun warga lainnya. Mustakim pun jelas Sumidi, kemudian mempertanyakan tindakan tersebut.  “Salah seorangnya menjawab, lahan ini tidak ada surat-suratnya. Namun langsung dibantah, kalau lahan itu ada surat-suratnya.,” jelasnya.

Mendengar jawaban itu, berondongan tembakan yang dibawa puluhan personil TNI AU tersebut dilepaskan sehingga membuat puluhan warga di lokasi tersebut terkena tembakan, termasuk Ketua RT 32, Mustakim. “Bahkan saat warga lainnya hendak mengevakuasi korban yang mengalami luka tembak, mereka masih menembaki kami,” ucap Sumidi.

Komandan Lanud Palembang, Letkol Pnb Sapuan Pulanggeni yang di konfirmasi, membantah anggotanya menembaki warga. Menurutnya, saat itu anggotanya menggelar latihan simulasi pengamanan militer, persis di RT 32 dengan kekuatan dua peleton pasukan.

Namun jelasnya, ada beberapa warga yang mungkin merasa terganggu akibat mendengar suara tembakan dari latihan tersebut. Salah seorang anggota TNI AU yang sedang latihan terang Sapuan, diserang warga dengan sebilah senjata tajam (sajam) jenis celurit.

“Kami tidak bisa mengkonfirmasi korban dengan luka tembak, itu tidak ada. Tetapi hanya ada satu korban dengan luka gores pada bagian kepala, karena sajam. Itu juga sudah berhasil kami amankan, dan korban dilarikan ke RS Bahayangkara,” terangnya.

Ia juga menegaskan, pihaknya yang mendapat serangan dari warga karena salah paham dengan adanya dugaan pengusiran secara paksa di lahan RT 32, yang termasuk lahan milik TNI Auri. “Memang kita telah merencanakan adanya relokasi terhadap warga, yang tinggal di RT 32, dengan jumlah sekitar 69 KK lebih. Karena lahan tersebut akan digunakan untuk perluasan effron landasan pacu,” tukasnya.

 

TEKS              : SONNY KUSHARDIAN

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster