BI Ajak Pelajar Kenali Uang Rupiah

 163 total views,  2 views today

Bank Indonesia

Bank Indonesia

PALEMBANG – Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan terus berupaya untuk lebih memperkenalkan ciri-ciri keaslian rupiah kepada masyarakat. Kali ini, dengan menyasar kalangan pelajar yang hadir dalam Edukasi Kebanksentralan dan Keaslian Rupiah.

Febty, Asisten Manager Pengembangan Unit BI Provinsi Sumatera Selatan mengatakan, kegiatan sosialisasi ini merupakan kegiatan rutin yang telah diagendakan, sebagai upaya untuk lebih memperkenalkan ciri-ciri keaslian uang, untuk meminimalisir peredaran uang palsu dikalangan masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, pihak Bank Indonesia memaparkan secara jelas kepada peserta sosialisasi tentang pentingnya mengenali keaslian rupiah. Mulai mengenali ciri yang dapat dilihat dengan mata telanjang sampai dengan ciri-ciri khusus yang dapat dilihat dengan menggunakan alat, seperti penggunaaan sinar ultra violet untuk melihat ciri khusus yang tertera dalam uang rupiah asli.

“Cara simple untuk mengenal keaslian rupiah cukup dengan tekhnik 3D,” ujarnya kepada ratusan pelajar dari SMA 5 dan Mahasiswa Poltek Unsri yang hadir, Rabu (11/6).

Teknik 3D dimulai dari Dilihat, Diraba, dan Diterawang. Pertama, Dilihat. Warna uang terlihat terang dan jelas. Terdapat benang pengaman yang ditanam pada kertas uang dengan suatu garis melintang atau beranyam dan berubah warna. Pada sudut kanan bawah terdapat lingkaran yang warnanya dapat berubah apabila dilihat dari sudut pandang berbeda atau biasa dikenal OVI (Optical Variable Ink).

Kedua, Diraba. Pada setiap uang terdapat angka, huruf, burung garuda, dan gambar utama bila diraba akan terasa kasar atau dikenal sebagai Cetak Intaglio. Dan ketiga dengan diterawang. Pada setiap uang terdapat tanda air berupa gambar pahlawan dan terlihat jelas bila diterawangkan ke arah cahaya atau biasa dikenal Water Mark.

Selain memperkenalkan ciri-ciri keaslian uang, BI juga turut mensosialisasikan mengenai fungsi dan tanggung jawab Bank Indonesia sebagai bank sentral yang bertanggung jawab untuk mencapai dan memelihata kestabilan nilai rupiah serta posisinya pasca terbentuknya OJK kepada para peserta.

“Jika sebelumnya BI bertugas untuk mengawasi kinerja perbankan, pasca terbentuknya OJK, tugas BI sebagai bank sentral tidak lagi mencakup tugas pengaturan dan pengawasan perbankan namun lebih focus bertugas mengawal stabilitas moneter, stabilitas sistem pembayaran, dan stabilitas sistem keuangan,” tandasnya.

 

TEKS : AMINUDDIN

EDITOR : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster