Baleho Jokowi-JK Dicopot, Relawan Jokowi-JK Kecam Kesbangpol

 231 total views,  2 views today

 

Jokowi JK

Jokowi JK

PALEMBANG – Karena atribut kampanye berupa baleho milik pasangan calon presiden (capres)-calon wakil presiden (cawapres) Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla, yang terpasang di Jalan Jend Sudirman No 102, tepatnya di Simpang Charitas dicopot, relawan pemenangan Jokowi-JK, Seknas Sumsel mengecam tindakan Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Politik (Kesbangpol) Kota Palembang.

Pasalnya, Kesbangpol Kota Palembang lah menurut Wakil Ketua Umum Seknas Jokowi Sumsel, Muhammad Fitriansyah, yang mencopot baleho tersebut. Padahal menurutnya, baleho tersebut dipasang di posko Seknas Sumsel.

“Secara aturan, pemasangan itu tidak melanggar izin. Karena itu dipasang tepat di dinding Posko Seknas Sumsel. Yang lebih disayangkan, baleho itu dicopot oleh Kesbangpol Kota Palembang, tanpa izin dan berdiskusi dengan kita,” kata Fitriansyah ketika dibincangi, Rabu (11/6).

Ia menyebut, baleho tersebut dicopot Selasa (10/6), sekitar pukul 21.00 WIB, saat posko dalam keadaan kosong. “Pencopotan ini, tanpa ada surat peringatan terlebih dulu, surat tugas juga tidak ada. Mereka bilang sudah pernah melayangkan surat peringatan, padahal faktanya tidak pernah kami menerima surat peringatan,” terangnya.

Kesbangpol menurutnya, sempat menjelaskan mengapa dilakukan pencopotan paksa. Menurut Fitriansyah, dilakukannya pencopotan karena Posko Seknas Jokowi terletak di jalan protokol, dan berdasarkan Undang-undang dilarang.

“Mereka hanya bilang seperti itu tetapi tidak mau diajak diskusi. Padahalkan ini jelas posko, bisa disebut juga rumah meskipun ada di jalan protokol. Kami cukup sesalkan ini, karena didekat posko kami ada spanduk pasangan capres-cawapres lain tetapi tidak dilepas dan masih ada. Bahkan baru dipasang,” sesalnya.

Ketika disinggung adanya modus lain, dari pelepasan baleho tersebut, ia tak ingin berandai-andai terhadap siapa otak dibalik pencopotan baliho dan spanduk yang terpasang di posko mereka tersebut.

“Kami akan melakukan musyawarah internal dan sabar, tidak ingin terpancing opini yang beredar tentang siapa otaknya, apakah siapa atau pihak kompetitor. Kami akan cari kebenaran, pencopotan ini juga tanpa adanya surat peringatan terlebih dulu dan surat tugas juga tak ada,” ungkapnya.

Ia memastikan, pencopotan baleho Jokowi-JK tersebut tidak akan membuat mereka jera. Justru, mereka akan kembali memasang baleho dengan ukuran lebih besar. “Untuk spanduk yang dicopot, tidak mungkin lagi dipakai karena sudah rusak. Tetapi kami akan tetap pasang kembali meski kembali ditentang,” tukasnya.

 

TEKS              : ARDHY FITRIANSYAH

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster