Terkait Isu Mutasi, Pejabat Empat Lawang “Galau”

 240 total views,  2 views today

 

Ilustrasi

Ilustrasi

EMPAT LAWANG – Sejumlah pejabat di Kabupaten Empat Lawang mulai galau. Hal itu dikarenakan lantaran maraknya isu mutasi besar-besaran pejabat eselon II, III dan IV dilingkungan Pemkab Empat Lawang yang belakangan terus beredar.

Informasi yang dihimpun Kabar Sumatera, kuat informasi bupati Empat Lawang H Budi Antoni Aljufri akan meroling jabatan di bulan Juni 2014 ini. Dalam kondisi ini para pejabat mulai mencari informasi dirinya akan ditempatkan dimana, atau justru sebaliknya cemas bakal di non job ke bangku cadangan sembari menunggu jabatan kosong.

Sebagian Kepala SKPD masih optimis dirinya akan mengisi jabatan sesuai latar belakang akademiknya, sebagian lagi ragu apakah masih diamanahkan jabatan penting. Tak jarang saling klaim tetap dipertahankan bupati karena merasa sudah memberikan yang terbaik selama menjalankan tugas. “Saya optimis, sejauh ini tak ada masalah selama bertugas. Sebagai bawahan, harus siap ditempatkan dimana saja,” kata salah satu pejabat yang enggan disebutkan namanya, kemarin (10/6).

Dia mengakui, saat ini masih galau, kerap berfikir tebak buah manggis terkait rencana Bupati Empat Lawang tersebut.”Si A akurasa keinstansi ini, Si B kesana,” ucapnya.

Sebelumnya, dengan kemunduran kinerja dan kedisiplinan pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemkab Empat Lawang, semakin menguatkan niat Bupati Empat Lawang, H Budi Antoni Aljufri (HBA), untuk segera melakukan evaluasi besar-besaran.

“Segera di evaluasi besar-besaran. Kinerja dan kedisiplinan para pejabat semakin kendor saja,” tegas HBA dibincangi awak media beberapa waktu lalu.

Kata HBA, beberapa satuan kerja perangkat daerah (SKPD) menjadi sorotan. Baik informasi dari masyarakat melalui DPRD Empat Lawang.

Bahkan dirinya pribadi pun merasakan kemunduran itu. Padahal kata HBA, dari segi Sumber Daya Manusia (SDM) Empat Lawang tak menampik cukup banyak kekurangan.Namun, jika tidak segera di evaluasi akan mengancam terjadi kemunduran pembangunan daerah.

Contoh saja, pembangunan jalan poros Tebing Tinggi-Pendopo, jalan lingkar kota Tebing Tinggi, kedua proyek besar dimaksud tidak memenuhi target dan merugikan kemajuan daerah. Padahal sudah terencana jelas, jadi mundur lagi program Empat Lawang.

“Harusnya pejabat itu ber inovasi sendiri asal sesuai visi misi bupati, dan jangan ketergantungan menunggu,” jelas HBA menambahkan, beberapa SKPD lainnya pun masih banyak catatan menurunnya kinerja. Ini menjadi landasan evaluasi besar-besaran dalam waktu dekat. Jika memang kurang SDM segi kepangkatan, kita amanahkan pelaksana tugas (PLT) asal benar benar profesional dan bagus.

 

TEKS : A.SAUKANI

EDITOR : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster