Kerbau Rawa Jadi Konservasi Alam

 383 total views,  2 views today

Ilustrasi Kerbau Rawa | Kfk.kompas.com

Ilustrasi Kerbau Rawa | Kfk.kompas.com

PALEMBANG – Keinginan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel), untuk fokus terhadap pengembangan sentra Kerbau rawa yang berada di Pampangan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), ditanggapi serius Bupati OKI, Iskandar.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKI, telah mendapatkan laporan jika nantinya Kabupaten OKI akan dijadikan sebagai pusat pengembangan kerbau rawa Sumsel, yang bertaraf internasional.

Iskandar mengakui jika di kabupaten yang dipimpinnya tersebut, terdapat keunggulan kearifan lokal yang mampu memberikan nilai lebih pada Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Kalau kita menyebutnya, kerbau liar yang berada di air atau kerbau rawa. Potensinya memang cukup besar,” kata Iskandar saat dibincangi di Palembang, Selasa (10/6).

Menurut Iskandar, populasi kerbau tersebut semakin sedikit. Kendati tidak mengetahui secara persis, ia menyebut setidaknya tinggal 1000-1500 ekor, yang masih tersisa. Penyebabnya, keterbatasan habitat dari kerbau itu sendiri. “Rencana kita kedepan ingin menjadikan daerah habitatnya sebagai konservasi alam yang dilindungi,” cetusnya.

Ia juga mengaku, telah mendapatkan instruksi dari Gubernur Sumsel, Alex Noerdin untuk mempelajari bagaimana menjaga keberlangsungan habitat kerbau jenis ini. “Ekosistemnya wajib kita jaga dengan memberikan ruang yang lebih. Bisa juga kita dirikan sejenis cagar alam,” imbuhnya.

Meski demikian agar tidak menimbulkan gejolak di tengah masyarakat, ia akan memberikan sosialisasi mengenai kian kritisnya populasi kerbau ini. “Kita akui, jika proses ini akan berdampak di masyarakat. Salah satunya masyarakat akan sulit melakukan aktivitas persawahan. Namun kita tetap tekankan, jangan sampai daerah ini menjadi suatu alih fungsi menjadi perkebunan sawit dan segala macam,” harapnya.

Sumsel sendiri sebelumnya terpilih menjadi tuan rumah Konferensi Kerbau Dunia pada 2015 mendatang. Kondisi inilah, membuat Sumsel fokus terhadap pengembangan Kerbau Pampangan.

Langkah awal, lahan seluas 10 hektare (ha) akan disiapkan, untuk pembinaan genetik kerbau yang produksi susunya bisa menghasilkan bahan baku keju jenis Mozarella tersebut. Kerbau Pampangan ini, sudah dilindungi dengan Surat Keputusan (SK) Kementerian Pertanian, bahwa hewan ini bukan hanya milik Sumsel tapi juga sudah jadi milik dunia.

Pemerintah pusat melalui LIPI, merencanakan membuat sebuah rencana pusat pengembangan Kerbau Rawa. Rencananya, pembangunan ini akan ditarget dalam tiga tahun depan.“Untuk lokasinya di dua wilayah, yakni Ogan Ilir dan Ogan Komering Ilir,” tegas Alex.

Menurut Alex, potensi Kerbau Pampangan ini sudah tersebar di masyarakat, jadi LIPI hanya membuat intinya atau pusatnya. Dalam pusat pengembangan tersebut, akan dibuat kandang, alat pemerah susu, serta mesin olah.

Disampaikan Alex, untuk sumber daya pihaknya mengirim peserta dari Sumsel untuk mengikuti pelatihan ke Italia. Mereka akan belajar proses pengolahan kerbau mulai dari susu sampai kulit.

“Peserta dari Sumsel ini kita akan serahkan ke dinas terkait. Pelatihan ini mulai dari hulu sampai hilir. Hulu itu mulai dari pengembang biakannya sampai pengolahannya seperti keju,” tukasnya.

 

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster