Pangdam Ancam Pecat Prajurit tak Netral

 158 total views,  2 views today

Panglima Kodam (Pangdam) II Sriwijaya, Mayjen TNI Bambang Budi Waluyo

Panglima Kodam (Pangdam) II Sriwijaya, Mayjen TNI Bambang Budi Waluyo | Foto : Antaranews.com

PALEMBANG – Panglima Komando Daerah Meliter (Pangdam) II Sriwijaya, Mayjend TNI Bambang Budi Waluyo menjamin netralitas prajurit TNI di lingkungan Kodam II Sriwijaya. Ia juga memastikan, tidak akan ada Bintara Pembina Desa (Babinsa) yang berpihak atau mempengaruhi masyarakat untuk memilih salah satu pasangan calon presiden (capres)-calon wakil presiden (cawapres).

”Kita sangat patuh dengan intruksi presiden, agar anggota TNI aktif netral dalam pilpres. Instruksi itu, harus dijalankan tanpa terkecuali. Kami pun telah memberikan instruksi ini kepada bawahan. untuk kesekian kalinya,” kata Bambang dihadapan ratusan prajurit dan perwira TNI di Makodam II Sriwijaya, Selasa (9/6).

Bambang juga meminta masyarakat turut mengawasi prajurit TNI yang tidak netral, pada pilpres dan agenda politik lainnya. Bahkan orang nomor satu di jajaran TNI di Bumi Sriwijaya ini, menyerukan untuk memotret dan melaporkan jika terbukti ada oknum TNI yang terlibat dalam politik.

Dijelaskan Bambang, sesuai Undang-Undang (UU), jika ada anggota TNI yang terlibat dalam dalam dunia politik maka akan pecat. “Jika ada anggota yang terbukti, maka dalam aturan harus dipecat,” tegasnya.

Namun sebut Bambang, sejauh ini belum ada personil TNI di lingkungan Kodam II Sriwijaya yang terlibat dalam politik praktis. Ia juga menegaskan, belum ada laporan dari masyarakat kalau ada prajurit TNI yang melakukan intimidasi atau terlibat dalam politik praktis, jelang Pilpres 9 Juli mendatang.

Sementara tu, Sekretaris DPD Gerindra Sumsel, Nopran Marjani menegaskan hingga sampai saat ini tidak ada anggota TNI yang terlibat mendukung salah satu kandidat dalam pilpres. Karena setelah dilakukan klarifikasi oleh Bawaslu, tidak terbukti bahwa Baminsa mendukung salah satu pasangan kandidat.

Menurutnya, adanya pemberitaan yang menyebut ada Babinsa di Jakarta yang mengintimidasi masyarakat untuk mendukung salah satu pasangan capres-cawapres, adalah isu yang dibesar-besarkan oleh oknum yang tidak bertangung jawab.

”Ini ketakutan salah satu pasangan capres-cawapres, sehingga terus dipublikasikan. Hal ini tidak lain untuk memperpecah kesatuan kita sebagai bangsa Indonesia, maka kita harus bersikap positif,” jelasnya.

Sementara Ketua DPD Hanura Sumsel, H Arkoni, meminta  petinggi TNI menjamin kalau institusi itu netral dalam pilpres. “Tetapi saya yakin, TNI akan netral. Namun kita berharap masyarakat dan Panwaslu untuk ikut mengawasi jika ada oknum TNI yang mendukung salah satu pasangan calon,” tukasnya.

 

TEKS              : DICKY WAHYUDI

EDITOR          : IMRON SUPRIYADI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster