Jumlah Pemilih Muaraenim Bertambah

 168 total views,  2 views today

Ilustrasi DPT

Ilustrasi DPT

MUARAENIM – Jumlah mata di Kabupaten Muaraenim untuk Pemilihan Presiden (Pilpres), 9 Juli mendatang dipastikan akan bertambah jika dibandingkan dengan pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilihan Umum Legislatif (Pileg), 9 April lalu.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Muaraenim, Rohani menyebut, jumlah pemilih di Muaraenim yang di DPT mencapai  536.090 pemilih. Sementara saat Pileg lalu, pemilih yang terdaftar di DPT mencapai 533.027 pemilih.  “Artinya, jika dibandingan dengan Pileg ada penambahan 3.063 pemilih,” kata Rohani yang dibincangi usai rapat pleno penetapan DPT yang digelar KPU Muaraenim, kemarin.

Penambahan pemilih tersebut jelasnya, disebabkan karena penambahan usia calon pemilih dan mutasi atau perpindahan penduduk.   Rohani mengatakan, untuk jumlah pemilih terbanyak berdasarkan data yang ada, berasal dari Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), dengan jumlah pemilih sebanyak 49.704 pemilih.

Jumlah tersebut terdiri dari pemilih laki-laki sebanyak 24.926, serta pemilih perempuan sebanyak 24.778. Sedangkan jumlah pemilih paling sedikit ada di Kecamatan Muara Belida, dengan jumlah pemilih sebanyak 5.733 pemilih. Jumlah tersebut terdiri dari laki-laki sebanyak 2.930 serta perempuan sebanyak 2.803 pemilih.

“Banyaknya jumlah pemilih, juga dipengaruhi oleh jumlah desa dan kelurahan. Semakin banyak pemilih, maka semakin banyak jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS). Di Kecamatan Talang Ubi misalnya, jumlah TPS nya mencapai 129 TPS, yang tersebar di 20 desa dan kelurahan,” bebernya.

Rohani menambahkan, untuk Pilpres jumlah TPS juga berkurang dibanding dengan Pileg lalu. Jumlah TPS untuk Pilpres di Muaraenim sebanyak 1.377 TPS, yang tersebar di 326 desa dan kelurahan.

Sementara itu, Komisioner KPU Muaraenim Divisi Teknis Ahyaudin menambahkan, walau DPT sudah ditetapkan dalam rapat pleno KPU namun tidak tertutup kemungkinan, adanya penambahan bahkan pengurangan jumlah pemilih.

Untuk penambahan menurutnya, jika ada pemilih baru yang terdata diluar DPT yang sudah ditetapkan tersebut maka akan dimasukkan dalam Daftar Pemilih Khusus (DKP). “Pemilih yang masuk dalam DPK ini, tetap akan mendapatkan undangan untuk pemungutan suara. Hanya saja namanya, tidak terdaftar di DPT, “ ucapnya.

Untuk warga atau calon pemilih yang sama sekali tidak masuk dalam DPT dan DPK menurutnya, masih bisa menggunakan atau menyalurkan hak suaranya. Pemilih tersebut terangnya, cukup datang ke TPS dengan membawa identitas lengkap. “Namun ia harus memilih di TPS, sesuai dengan identitas yang dimiliki,” tukasnya.

 

TEKS              : SISWANTO

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster